Suasana Webinar, dari kiri dr Anita, Hj Nawal Arafah dan Chusnul Hayati (hm)

SEMARANG (SUARABARU.ID) –Anak perlu diajak nonton film perjuangan sebagai salahsatu upaya menumbuhkan wawasan kebangsaan pada generasi milenial sekarang
ini. Perkembangan teknologi telah mengubah budaya, gaya hidup. “Suka
nongkrong, bergaul bebas. Dengan medsos mereka hidup tanpa sekat”.

Demikian dikatakan oleh Hj Nawal Arafah Yasin MSi dalam webinar Peran
Strategis Organisasi Wanita dalam Mewujudkan Generasi Milenial yang
Berwawasan Kebangsaan, Rabu (16/9) di ruang Cendrawasih kantor
Kesbangpol Jateng.

Dikatakan lebih lanjut oleh ketua Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW)
Jateng tersebut, tantangan identitas generasi ini sampai pada makanan, fashion,
film dan fantasi. Di sisi lain radikalisme dan terorisme terus mengintai. Orang
tua perlu memahami kondisi seperti itu dengan memiliki wawasan umum dan
kebangsaan . “ Menjadikan anak cinta agama dan tanah air untuk mewujudkan
mental karakter generasi berdaulat mandiri”

Pengertian wawasan kebangsaan, mengutip Prof Muladi , Hj Nawal yang istri
Wagub Jateng dan dosen STAIN di Kudus menyatakan , cara pandang bangsa
Indonesia mengenai diri sendiri dan lingkungan mengutamakan kesatuan dan
persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat
berbangsa dan benegara.

Peran Perempuan

Pembicara lain Dr Chusnul Hayati menyatakan perempuan sebagai
sumberdaya manusia mempunyai peran strategis dan fungsional dalam
kegiatan masyarakat. “Perempuan aktif berdampak positip untuk diri sendiri
maupun masyarakat”, kata doktor ilmu sejarah itu. Untuk mengoptimalkan
peran organisasi wanita membentuk milenial memiliki wawasan kebangsaan
diperlukan media, memaksimalkan majalah.

“Aktivitas organisasi perempuan sangat bervariasi, bergerak di berbagai
bidang , menjadi kekuatan sosial, politik, ekonomi dan memecahkan masalah
yang dihadapi anggota”

Dosen Undip itu mengajak organiasi wanita memahami generasi milenial
antara lain dengan menyelenggarakan kajian, diskusi, workshop untuk
memahami pola pikir, karakter dan posisinya dalam masyarakat. Juga
memetakan persebaran teknologi atas dasar wilayah, lingkungan geografis,
tingkat kebudayaan guna memahami kondisi dan potensi gennerasi milenial.

Webinar yang diikuti oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) se – Jawa
Tengah dibuka oleh kepala Badan Kesbangpol Haerudin SH,MH. Ia menyambut
baik acara kerja bareng Badan Kesatuan Bangsa Politik dan BKOW yang
dipimpinnya , mengingat kesamaan pandangan, apalagi dalam masa Pandemi
Korona yang serba daring atau online. Milenial bisa belajar apa saja dari
rumah, yang itu perlu pengawasan orang tua. Acara dipandu oleh dr Anita

Humaini

-->