blank
Habib Luthfi bin Ali bin Yahya didampingi oleh Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto, S.I.P., M.A.P. dalam Silaturahmi Kebhinekaan di Purbalingga pada Kamis (17/9/2020)

SEMARANG (SUARABARU.ID)-Upaya memperkokoh keutuhan dan kedaulatan Indonesia akan menghadapi tantangan yang semakin berat. Selain dikarenakan keberagaman baik suku, adat, tradisi budaya, sosial, politik, bahasa etnis maupun agama, juga persoalan perkembangan informasi yang semakin tidak terbatas karena pengaruh tegnologi.

Oleh karena itu untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa ini perlu adanya gerakan agar tetap bisa selalu merawat sekaligus meningkatkan hubungan antar komponen bangsa. Salah satunya adalah melalui acara Silaturahmi Kebhinekaan yang digagas oleh Kodim 0702/Purbalingga dan Polres Purbalingga dengan menghadirkan tokoh kharismatik dari Pekalongan sekaligus Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI, Habib Luthfi bin Ali bin Yahya di Purbalingga.

Habib Luthfi mengungkapkan bahwa sikap kebhinekaan tidak cukup hanya dilakukan satu generasi saja tetapi harus mampu disosialisasikan dan diwariskan untuk generasi penerus bangsa. Sebagai warga negara Indonesia, hendaknya selalu merasa memiliki dan cinta terhadap tanah air. Warga negara Indonesia harus menjaga tanah air dengan persatuan dan kesatuan agar tidak mudah dipecah belah.

“Oleh karenanya mari kita tumbuhkan rasa handarbeni terhadap bangsa dan negara Indonesia. Jaga persatuan sehingga tidak mudah terpecah belah,” pesannya.

“Mampu kah kita getok tular untuk regenerasi yang akan datang, dalam silaturahmi dan bersambung, dari mulai Bupati, Pak Camat, Pak Camat bisa menyambung sampai ke Kepala Desa, walau bentuknya forum kecil-kecil dalam inti yang sama, kita menggalang tali silaturahmi kebinakaan untuk kesatuan dan persatuan dengan pertanyaan yang besar, Siapa lagi kalau bukan kita?”ungkap Habib Luthfi.

Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto, S.I.P., M.A.P. pada Kamis (17/9/2020) menambahkan bahwa memahami keberagaman yang ada bisa dilakukan melalui sikap egaliter dan toleran. Karena negara Indonesia adalah negara yang plural.

“Dalam menyikapi persoalan apapun di tengah kondisi keberagaman dapat dilakukan dengan menjunjung tinggi sekaligus mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Sehingga sikap egaliter, toleran dan saling menghargai harus dimiliki semua generasi” tuturnya.

Dalam kegiatan silaturahmi kebhinekaan ini selain di Makodim 0722/Purbalingga Habib Luthfi juga mengunjungi Gereja Santo Agustinus, Masjid Agung Darussalam, Klenteng Hok Tek Bio dan Polres Purbalingga.

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, Kapolres Purbalingga AKBP Muchammad Syafi Maulla, Dandim PurbaIingga Letkol Decky Zulhas dan sejumlah unsur Forkopimda lainnya.

Absa