Wakil Wali Kota Windarti Agustina menggunting pita pembukaan Taman Anggrek Rukun Ramah Rezeki di Kampung Tidar Campur, disaksikan wali kota dan Ny Yetti Biakti Sigit Widyonindito, (Bag Prokompim, Pemkot Magelang)

MAGELANG (SUARABARU.ID) – Kampung tematik di Kota Magelang terus tumbuh. Terbaru adalah Taman Anggrek Rukun Ramah Rezeki di Kampung Tidar Campur, Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan.

Keberadaan taman anggrek ini menambah semarak kampung yang berada di ujung selatan Kota Magelang, dan berbatasan dengan Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Sebelumnya di Kampung Tidar Campur sudah ada ‘Kampung Warna Warni’ yang menampilkan desain seni mural di dinding rumah warga. Kemudian wisata budaya, karena di kampung itu masih mempertahankan kearifan lokal seperti Grebeg Tahu, sadranan dan sebagainya.

Taman Anggrek Rukun Ramah Rezeki diresmikan Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, kemarin.

Dia mengatakan, inisiasi warga Tidar Campur ini patut diapresiasi. Karena itu Sigit berharap, langkah ini dapat menularkan semangat unsur masyarakat lainnya.

‘’ Harapan saya  adanya taman anggrek dapat mengangkat marwah Magelang sebagai Kota Sejuta Bunga. Pengunjung dapat menikmati wisata Kota Magelang sembari membeli tanaman sebagai oleh-oleh,’’ harapnya.

Sigit meminta kampung lain meniru langkah visioner masyarakat Kampung Tidar Campur ini. Kreativitas dan menjual jasa adalah slogan masyarakat Kota Magelang, karena tidak adanya sumber daya alam (SDA).

‘’Semoga ini menjadi inspiratif kampung lain mulai dari RW,’’ ungkapnya didampingi Wakil Wali Kota Windarti Agustina.

Wali Kota Sigit Widyonindito melihat dari dekat tanaman anggrek, (Bag Prokompim, Pemkot Magelang)

Ketua penyelenggara Sugiarto menuturkan, rintisan Taman Anggrek bermula pada 2014. Awalnya, program ini merupakan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yang mendapatkan bantuan dan bisa dikembangkan.

 

Kampung ini punya potensi sentra tahu, maka saat itu dikembangkan sebagai Kampung Wisata Edukasi dan berkembang menjadi Kampung Warna-warni. Kemudian dengan  bantuan Pemprov Jawa Tengah, Kampung Tidar Campur mengembangkan Tempat Penampungan Sementara (TPS). Setelah  menghasilkan pupuk dan terbantu adanya Intalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), program itupun terus berkembang.

‘’Mudah-mudahan ini menjadi potensi dan berkah bagi warga Tidar Campur,’’ terangnya.

Selain taman anggrek, tempat ini juga dilengkapi  fasilitasi  jaringan wifi, gazebo, hewan reptil dan spot selfie. Di tengah pandemi ini diharapkan lokasi tersebut dapat menjadi tempat belajar siswa yang membutuhkan jaringan internet.

‘’Tidak hanya itu, kampung ini juga aktif melaksanakan kegiatan sosial dengan membentuk cantelan berbagi di tengah Pandemi Covid-19. Cantelan ini, warga menaruh sayuran di pagar rumah, agar bisa dimanfaatkan warga kurang mampu lainnya. Ini jadi salah satu budaya gotong-royong,’’ tuturnya.

Terpisah, Lurah Tidar Selatan, Nur Lamiah mengatakan, Kampung Tidar Selatan punya banyak inovasi dan potensi yang diciptakan masyarakat setempat, seperti bidang kemasyarakatan, ekonomi, lingkungan hingga sosial budaya.

Nur mengemukakan, di  bidang kemasyarakatan, masyarakat di kampung ini mampu membuat Kampung Warna Warni dan Kampung Dolanan Tidar Sari.

‘’Di  bidang ekonomi, Tidar Selatan juga mampu mengembangkan UMKM, seperti produk makanan olahan dan oleh-oleh khas,’’ ungkapnya.

Selanjutnya di bidang lingkungan, terdapat Kampung Anggrek Tidar Campur, Bank Sampah Lancar Trunan, Kampung Organik Trunan, Kampung Mozaik Tidar Warung dan Kampung Kerajinan Daur Ulang Tidar Warung, serta Kampung Dolanan di Tidar Sari.

‘’Seluruhnya dibangun dengan swadaya masyarakat dan  bantuan dari Pemkot Magelang. Ini menjadi bukti jika masyarakat Tidar Selatan masih sangat kental kegotong-royongannya.

 

Penulis  : pro/kotamgl

Editor    : Doddy Ardjono