Salah satu lomba lari liar yang ada di Kota Semarang. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo turut menanggapi aksi balap lari liar, yang terjadi di Kota Semarang baru-baru ini. Ganjar menyarankan, agar lari liar itu dijadikan lomba yang jelas, namun tak boleh ditonton.

”Kalau memang mereka itu benar-benar seperti itu, udah deh tak ajak aja yuk, tak gaweke tempat yo, terus kemudian mlayuo,” kata Ganjar, usai menemui perwakilan Komnas HAM di ruang rapat lantai 2, Kantor Gubernur Jateng, Selasa (15/9/2020).

Dia menambahkan, bila para pelari itu setuju, maka pihaknya akan memfasilitasi. Sehingga kegiatannya lebih jelas dan bermanfaat.

BACA JUGA : Angka Kematian Jateng Turun Jadi 2,55 Persen, Ganjar Perintahkan RSUD Tetap Kerja Ekstra

”Kalau mereka setuju ketemu saya. Tak buatin lomba, wis lomba mlayu malah jelas. Tak kei lapangan mlayuo sing banter le (saya kasih lapangan lari lah yang kencang nak-red),” ungkap Ganjar.

Bahkan Ganjar menyatakan, akan meminjamkan fasilitas olahraga milik Pemkot Semarang, yakni Stadion Tri Lomba Juang. ”Nanti tak kasih tempat, kita pinjamkan stadionnya Pak Hendi (Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi) itu. Untuk kemudian kita lombakan, malah sehat. Tapi jangan ditonton,” tegas Ganjar.

Menurutnya, kegiatan balap lari itu bagus. Namun spiritnya harus diubah. Dari yang semula sebagai aktivitas yang menimbulkan keramaian bahkan kericuhan, menjadi spirit olahraga.

Sing penting spiritnya sekarang, jangan spirit sekadar keramaian, kericuhan, wah-wahan, tidak. Tapi arahkan untuk olahraga,” ujarnya.

Hery Priyono-Riyan