Cengkih petani Ngargoretno, Salaman, Kabupaten Magelang,dijemur di pinggir jalan. Eko Priyono

MAGELANG (SUARABARU.ID) – Musim panen cengkih saat ini tidak membahagiakan petaninya. Harga jual cengkih anjlok, untuk yang basah sekitar Rp 15 ribu/kilogram (kg).

Ketua Asosiasi Paguyubn Petani Cengkih Kabupaten Magelang Dodik Suseno menuturkan, harga jualnya terlalu rendah, tidak sesuai biaya perawatan. Disebutkan, masa panen cengkih setahun sekali. Padahal petani harus mengeluarkan dana untuk biaya memupuk, mendangir, maupun memanen.

“Kalau panennya meminta bantuan pekerja biasanya hasilnya dibagi dua. Petani makin susah karena hasilnya tidak imbang dengan biayanya,” katanya.

Dodi yang juga Kepala Desa Ngargoretno, Salaman, Kabupaten Magelang, menambahkan, kini tanaman cengkih yang banyak adalah di sepanjang lereng Perbukitan Menoreh tepatnya Salaman selatan seperti Desa Ngargoretno, Kalirejo, dan Paripurno.

Selain itu di Desa Giripurno dan Giritengah, Kecamatan Borobudur. Di luar itu yang banyak di Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo (DIY) dan Kaligesing, Purworejo.

Khusus di lingkup Desa Ngargoretno tanaman cengkihnya sekitar 120-an hektare. Sementara jumlah petaninya lebih separo dari jumlah penduduk setempat. Dari 1.100-an keluarga sekitar 800 warga merupakan petani cengkih.

Harapan dia, pemerintah bisa memberi subsidi untuk petani cengkih. Atau minimal memberi perlindungan atau menjaga stabilitas harga cengkih.

Dikatakan, sebetulnya kalau harga jual standar Rp 100 ribu/kg kering itu sudah lumayan. Apalagi karena selain cengkih, daunnya juga bisa dijual untuk minyak atsiri, dengan cara disuling. “Daun yang jatuh bisa laku dijual,” imbuhnya.

Salah satu petani cengkih, Shoim mengatakan, jatuhnya harga jual cengkih sudah sejak tahun kemarin. Tahun kemarin laku Rp 30 ribu/kg basah tapi sekarang Rp 15 ribu/kg. Sehingga banyak petani mengeluh.

Juga banyak petani tidak sanggup panen.Karena biaya panennya mahal. Akhirnya hasilnya dibagi dua dengan orang yang memanen.

Sementara kalau tidak dipanen biasanya pohonnya akan jadi rusak. “Petani sangat prihatin dari tahun ke tahun harga jual cengkih turun,” keluhnya

Eko Priyono