Petugas dari Polsek Grobogan saat meminta keterangan dari para saksi pasca kebakaran. Foto : hana eswe.

GROBOGAN (SUARABARU.ID)– Gara-gara lupa mematikan api dalam tungku kayu bakar, sebuah dapur rumah di Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan, ludes terbakar. Insiden ini terjadi pada Senin (14/9/2020).

Dari informasi yang diperoleh, kejadian ini diawali saat Sukini (48), warga Dusun Krajan RT 4 RW 1 Desa Sumberjatipohon, sedang berada di rumahnya. Sekitar pukul 12.30 WIB, Sukini melihat ada kobaran api di rumah milik Sriyono (48), tetangganya.

Sukini langsung memberitahukan pada Sriyono adanya kepulan asap di rumahnya tersebut. Melihat api semakin membesar, Sukini berteriak minta tolong.

Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung datang ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman. Dengan peralatan seadanya, mereka memadamkan api tersebut guna mencegah api merambat ke tempat lainnya.

Tidak berapa lama, petugas Damkar Grobogan dan pihak Polsek Grobogan datang ke lokasi untuk membantu proses pemadaman. Setelah itu dilanjutkan dengan proses pendinginan.

Petugas melakukan pendinginan pasca insiden kebakaran. Foto : hana eswe.

Kapolsek Grobogan, AKP Eko Bambang menjelaskan, sumber api penyebab kebakaran itu berasal dari kayu bakar yang dipergunakan korban untuk mengukus adonan kerupuk. Setelah itu, korban pergi ke Grobogan untuk menyetor kerupuk tersebut ke sebuah toko.

“Api berasal dari dapur yang masih menggunakan kayu bakar yang semula korban mengukus adonan kerupuk. Selanjutnya, pemilik rumah pergi ke toko untuk setor kerupuknya. Namun lupa mematikan kayu bakar yang dipergunakan untuk memasak tadi,” ujar AKP Eko.

Api langsung menyambar papan penyekat antara rumah dan dapur, kemudian menjalar ke atap usuk yang terbuat dari kayu campuran. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun korban mengalami kerugian mencapai Rp 5 juta.

“Adanya insiden ini, kami terus mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap bahaya kebakaran. Jangan lupa matikan kompor, kayu bakar, dan bediang saat hendak keluar dari rumah,” imbaunya.

Hana Eswe-Wahyu