Bentangan spanduk yang mengatasnamakan masyarakat Blora menolak KAMI (kiri), terpampang di Jalan Kisoreng, Kota Blora. Foto: SB/Wahono

BLORA (SUARABARU.ID)– Kehadiran Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang didirikan oleh para tokoh nasional  juga terjadi di Blora. Hanya saja bentuk penolakan itu dibeber melalui bentangan spanduk.

Spanduk-spanduk itu mulaibterlihat Kamis (10/9/2020), terpampang di Jalan Raya Blora-Randublatung Km-5,4 masuk ke Desa Gedongsari, Kecamatan Banjarejo, Blora.

Bentangan spanduk penolakan itu juga ada di Jalan Agil Kusumadya, eks Lapangan Golf Mustika, track moto cross Super Mario, jalan Kisoreng (lingkar utara) Nglawiyan, Kota Blora.

BACA JUGA : Uji Coba Belajar Tatap Muka di Blora Segera Diberlakukan

Penolakan KAMI juga terlihat membentang di Jalan Raya Blora-Cepu Km-7,2 di Desa Tempel Lemahbang, Kecamatan Jepon, Blora.

Dari pantauan SUARABARU.ID, masyarakat di sekitar lokasi spanduk penolakan KAMI, mengaku tidak tahu siapa pihak yang memasang penolakan itu.

”Itu bisa njenengan lihat, di pojok kanan bawah ada tulisannya masyarakat Blora,” kata Suyitno (38), warga Kunden, Blora, sambil menunjukkan spanduk yang membentang di antara dua tiang listrik.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora, Djoko Sulistiyono, menyatakan belum mengetahui keberadaan spanduk itu.

”Nanti akan kami cek. Kalau tidak ada izinnya ya akan kami lepas,” tandas Djoko Sulistiyono.

Seperti diketahui, KAMI adalah sebuah organisasi yang baru dibentuk di Indonesia, dan diinisiatori mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin di Jakarta.

Wahono-Riyan