blank
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menerima Bunga Salsabila asal Boyolali, dalam rangka silaturahmi di kediamannya Puri Gedeh, Sabtu (15/8/2020). Foto: heri priyono

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Banyaknya tugas sekolah saat proses belajar daring
ternyata dikeluhkan para siswa. Tak terkecuali Bunga Salsabilla (11), bocah SD asal Boyolali.

Bedanya, jika teman lain hanya berani curhat dengan teman atau orang tuanya, Bunga justru ngudarasa persoalan itu kepada orang nomor satu di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Melalui video yang diunggahnya di akun instagram, Bunga curhat soal tugas sekolah yang menumpuk itu, dan mention ke akun instagram Ganjar. Bunga bahkan ingin bertemu Ganjar, agar bisa menyampaikan keluh kesahnya secara langsung.

BACA JUGA : Kado Ulang Tahun Jawa Tengah, Gubernur Ground Breaking Jateng Valley

Tak disangka, harapan itu dikabulkan. Ganjar akhirnya mengundang Bunga untuk datang ke rumah dinasnya, di Puri Gedeh, Semarang, Sabtu (15/8/2020). Didampingi sang ayah, Bunga dengan percaya diri menemui Ganjar.

Bukannya membawa tugas sekolah yang menumpuk, Bunga justru mendatangi rumah
Ganjar berbekal sego jagung (nasi jagung). Penganan khas yang terbuat dari jagung lengkap dengan kuluban, sambel dan peyek itu, sengaja dia bawa dari Boyolali untuk diberikan kepada Ganjar.

Niki sego jagung pak, eco sanget. Monggo di dhahar (ini nasi jagung pak, enak sekali. Silakan di makan-red),” kata Bunga menyapa Ganjar.

Kepada Ganjar, Bunga mencurahkan seluruh keluh kesahnya soal menumpuknya
pekerjaan rumah, saat proses belajar daring. Hebatnya, bocah kelahiran 30 Januari 2009 itu ngudarasa kepada Ganjar tanpa canggung, seperti sudah kenal dekat dan seperti sahabat atau orang tua sendiri.

Kulo bingung pak, jeleh rasane. Mbok bapak maduli guru kulo, menehi tugas ampun mbludak-mbludak (saya bingung pak, bosan rasanya. Bapak tolong bilang ke guru saya, beri tugasnya jangan banyak-banyak-red),” keluh Bunga disambut tawa Ganjar.

Diberi Laptop
Bunga menerangkan, selama belajar online, dia jarang didampingi orang tuanya. Kedua orang tua Bunga sibuk bekerja. Padahal dia seringkali bingung dengan pelajaran atau tugas yang diberikan guru.

Ganjar pun mendengarkan keluh kesah bocah SD itu dengan baik. Seperti seorang bapak pada anak, Ganjar mencoba menenangkan, menghibur dan memberikan masukan kepada Bunga. Bahkan Ganjar meminta Bunga berani untuk menyampaikan keluhan itu langsung pada gurunya di sekolah.

”Kamu harus berani ngomong sama gurumu. Kalau tidak bisa atau guru tidak menjawab pertanyaanmu, nanti di-dukani Pak Gub,” celetuk Ganjar bercanda. Dan Bunga pun menyanggupi.

Melihat kecerdasan dan keberanian itu, Ganjar menghadiahi laptop untuk Bunga. ”Anaknya pinter, cerdas. Dia hebat, karena di akun YouTube atau instagram-nya, penuh dengan video soal makanan tradisional dan berbahasa Jawa halus. Lanjutkan ya, tetep semangat belajar. Pak Gubernur kasih kamu hadiah laptop buat belajar,” imbuh Ganjar.

Bunga sebenarnya bukanlah bocah SD sembarangan. Namanya sudah terkenal karena
kerap membuat vlog di instagram maupun YouTube-nya tentang makanan tradisional
dengan bahasa Jawa Krama Inggil. Dia sempat viral dengan video-video unggahannya itu.

Video unggahannya tentang kulineran pun pernah di-repost Ganjar. Hasilnya, postingan itu mendapat viewer cukup banyak, dan komentar positif dari warganet.

blank
Ganjar dan Bunga menyempakan diri untuk melakukan foto bersama. Foto: heri priyono

Santai
Beragam obrolan berlangsung dalam pertemuan singkat itu. Awalnya, Bunga mempresentasikan kuliner sego jagung khas Boyolali kepada Ganjar, dengan bahasa Jawa krama halus tentunya. Dia pun dengan fasih menjelaskan cara membuat masakan tradisional lengkap dengan bumbu-bumbunya.

”Seneng banget, matur nuwun Pak Gubernur. Pak Ganjar orangnya baik banget, orangnya juga santai. Meskipun Gubernur, tapi dengan orang biasa seperti saya mau melayani dengan baik. Apalagi dikasih laptop, seneng banget,” imbuhnya.

Bunga mengatakan, akan berani menyampaikan keluh kesahnya secara langsung kepada gurunya di sekolah. Dia berharap, setelah bertemu Ganjar, gurunya di sekolah tidak membebani muridnya dengan tugas yang banyak.

Disinggung soal konten-konten vlog-nya yang viral, Bunga mengatakan, awalnya tak sengaja membuat konten kuliner menggunakan bahasa Jawa. Setelah viral dan banyak ditanggapi masyarakat, dia kemudian rajin membuat konten-konten itu.

”Saya ingin mengenalkan kuliner tradisional dan bahasa Jawa ke dunia internasional,” pungkas bocah yang memiliki hobi masak ini.

Heri Priyono-Riyan