Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng). Foto: heri priyono

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Jateng Peduli Sesama, menjadi tema peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Jawa Tengah. Bukan tanpa alasan tema itu diberikan, namun makna yang terkandung ternyata sangatlah dalam.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sendiri yang mencetuskan tema itu. Saat ditemui di rumah dinasnya, Jumat (14/8/2020), Ganjar membeberkan alasan pemilihan tema itu, dalam perayaan hari jadi Jateng yang akan diperingati pada Sabtu (15/8/2020) besok.

”Tema itu saya pilih, karena saya ingin mengajak masyarakat untuk saling peduli kepada sesama. Saat banyak usulan tema masuk, saya buat sendiri tema itu. Jika biasanya tema ulang tahun itu terlalu tinggi, hari ini kita butuh yang membumi,” kata Ganjar.

BACA JUGA : Taksiran Biaya Investasi Jateng Valley Lebih dari Rp 1 Triliun

Menurut dia, ada banyak masyarakat yang membutuhkan pertolongan dalam kondisi pandemi seperti saat ini. Mereka yang terdampak pandemi, membutuhkan kepedulian sesama untuk membantu pekerjaan, makan, bahkan kuota internet.

”Harapan saya, dengan tema ini maka relasi antarmasyarakat di Jateng yang terkenal guyub rukun, betul-betul dapat diimplementasikan,” terangnya.

Tak hanya tema semata, tindakan kongkret juga telah dilakukan untuk merealisasikan tema Jateng Peduli Sesama itu. Sejumlah kegiatan yang sifatnya membantu masyarakat, langsung dikeluarkan secara bersama-sama oleh Pemprov Jateng.

”Teman-teman ASN langsung punya ide cemerlang, mereka langsung mengeluarkan bantuan secara bersama-sama. Ada yang membantu membangun Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), ada bantuan untuk penyandang disabilitas dan bantuan-bantuan lain. Saya harap tidak hanya bantuan dari pemerintah, tapi masyarakat juga ikut membantu demi membangun keharmonisan dan kemesraan antarwarga Jateng,” imbuhnya.

Bantu Sesama
Sesuai dengan temanya, Ganjar menyatakan, perayaan Hari Jadi ke-70 Jateng akan berbeda dari tahun-tahun biasanya. Kali ini, tidak mungkin perayaan itu dirayakan dengan kemeriahan.

”Tentu saja tidak mungkin kita merayakan kemeriahaan, karena tidak boleh kumpul-kumpul. Kedua, di tengah kondisi kesusahaan seperti saat ini, tentu tidak elok kita membuat acara yang meriah,” jelasnya lagi.

Perayaan kali ini lanjut Ganjar, harus dilakukan dalam kesederhanaan. Meski begitu, semuanya tidak boleh menghilangkan makna dari perayaan itu.

”Kita diingatkan, usia kita makin panjang, dan dibutuhkan lebih banyak kepedulian pada masyarakat. Besok, suasananya pasti tidak meriah, tapi kami mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi dan berbuat untuk membantu sesama,” pungkasnya.

Heri Priyono-Riyan

-->