blank
Gambar anatomi jantung manusia.

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab utama angka kematian di dunia, baik di negara maju maupun negara berkembang. Kesehatan jantung merupakan salah satu komponen penting yang menunjang kehidupan manusia.

Pemeriksaan kesehatan jantung perlu dilakukan sejak dini karena seseorang dapat mengidentifikasi faktor risiko yang ada pada dirinya dan dapat memodifikasi gaya hidup demi kesehatan di masa datang.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Penelitian USM, Metta Christiana SPd MKes yang melakukan penelitian dengan judul ”Gambaran Kesehatan Jantung Mahasiswa Kelas Sore Fakultas Ekonomi Universitas Semarang (USM).

Dia mengatakan, mahasiswa Fakultas Ekonomi Kelas Sore Universitas Semarang adalah para karyawan yang mengambil perkuliahan di sore sampai malam hari. Lamanya kegiatan mereka untuk bekerja dan kuliah rata-rata adalah 67,6 jam
per minggu.

”Padahal jam ideal bagi mahasiswa untuk belajar adalah sekitar
25-35 jam/minggu. Waktu yang tersedia untuk mahasiswa kelas sore untuk memenuhi, merawat dan memeriksa kesehatannyapun berkurang,” kata Metta yang melakukan penelitian dengan Drs Ahmad Muhaimin MPd (anggota).

Menurutnya, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kesehatan jantung mahasiswa Fakultas Ekonomi Kelas Sore Universitas Semarang berdasarkan indikator tekanan darah, IMT, dan frekuensi nadi.

”Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah semua mahasiswa FE Kelas Sore USM yang mengambil mata kuliah olahraga di semester genap 2019-2020 sebanyak 200 orang yang berusia 19-25 tahun. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple
random sampling sebanyak 60 orang,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penelitian, katanya, proporsi responden yang
memiliki faktor risiko masalah jantung berdasarkan indikator indeks massa tubuh adalah 10%, proporsi responden berdasarkan indikator tekanan darah adalah 25%, sedangkan 7% berisiko mengalami masalah jantung berdasarkan indikator frekuensi denyut nadi.

”Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa saat ini trend masalah
degeneratif, khususnya masalah kesehatan jantung telah mengalami kesehatan jantung telah mengalami pergeseran usia hingga banyak ditemukan faktor resiko masalah jantung pada usia dewasa muda,” ungkap Metta.

Melihat hasil penelitian ini, Metta menyarankan agar para dosen pengampu mata kuliah olahraga dapat memperhatikan kesehatan jantung mahasiswanya dan dapat memberi informasi yang lebih jelas tentang kesehatan jantung kepada seluruh mahasiswanya agar para mahasiswa memahami dan dapat menjaga kesehatan jantungnya masing-masing setelah mengikuti mata kuliah olahraga.

Muha