blank

BREBES (SUARABARU.ID) – Ada saja cara menyalurkan semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan pemuda Ansor Anak Cabang Ketanggungan, Brebes, Jawa Tengah, dalam rangka menyambut HUT RI ke-75.

Ratusan anggota Ansor dan Banser bergerak serentak mengarak bendera Merah Putih dari Pesantren ke Pesantren dalam giat Kirab Merah Putih Safari Pesantren, Ahad (9/8). Rombongan di lepas Kapolsek Ketanggungan Suroto yang diwakili Bripda Aenal Rudi, didahului pembacaan doa oleh Ketua Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) Masjid Izzul Islam Ketanggungan Drs KH Umar El Farouq.

Ketua Panitia Kirab Merah Putih Ahmad Agus Syukron menjelaskan, rute Kirab diberangkatkan dari Masjid Besar Izzul Islam, selanjutnya ke Ponpes Bustanul Ulum Karangmalang, Ponpes Az-ziyadah Karangmalang, Ponpes At-Taqwa Karangmalang, Ponpes Al-Hikmah Baros, Ponpes Ar-Roufiyah Cikeusal Kidul, Ponpes Al-Hukama Pamedaran, Ponpes Miftahul Huda Sindangjaya, dan Finish di Ponpes Al-Huda Kamalayan-Cisereuh.

Sebelum Start diawali Penyerahan Simbolis Bendera Merah Putih dari Polsek Ketanggungan yang diwakili Bripda Aenal Rudi dan Ketua DKM Masjid Izzul Islam Drs KH Umar El Farouq. Bendera diserahkan merah putih kepada Ketua PAC GP Ansor dan Kasatkoryon Banser Ketanggungan.

“Di setiap pemberhentian, yakni di pondok pesantern bendera Merah Putih dan Figura Logo NU,” terang Agus Syukron.

Ketua PAC GP Ansor Ketanggungan Arif Rahman.SE menambahkan, Kirab Merah Putih digelar sebagai upaya Pemuda NU untuk menjalin hubungan lebih erat dengan pesantren. Pasalnya, pesantren merupakan tempat penyemaian bibit-bibit Muda NU. Peserta kirab tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker. Panitia juga menyediakan masker khas Ansor bergambar logo Ansor Banser Ketanggungan dan dibagikan seluruh Peserta Kirab.

“Karena masih pandemi Covid-19, maka harus tetap waspada meskipun Brebes masuk wilayah Zona Hijau,” ungkap Arif.

Kasatkoryon Banser Ketanggungan Ahmad Fauzan El Azizi menambahkan, Kirab Merah Putih diikuti lebih kurang 300 kader Ansor-Banser se-Kecamatan Ketanggungan. Diharapkan, peserta bisa tumbuh rasa nasionalisme dan patriotisme dan terjalin hubungan erat dengan pesantren.

“Ansor-Banser sebagai bentengnya ulama, harus dekat dengan para Kyai Pesantren maka kegiatan ini sangat strategis,” ungkap Fauzan.

Kegiatan yang mengusung tema ‘Mengokohkan Pancasila dan NKRI di era Kemerdekaan diharapkan bisa menjadi ikhtiar penanggulangan bahaya radikalisme masuk ke pesantren’. Fauzan yakin, bila Pesantren dikawal dan jelas paham ke-NU-nya maka akan tetap setia dengan Pancasila dan NKRI.

Nur Muktiadi