Bupati Wonosobo Eko Purnomo menandatangani prasasti desa lumbung darah di Desa Pungangan Mojotengah. (Foto : SB/Muharno Zarka)

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Desa Pungangan Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo merupakan desa lumbung darah pertama di Wonosobo dan Provinsi Jawa Tengah.

Pencanangan sebagai desa lumbung darah di Wonosobo dan Jateng dilakukan Bupati Eko Purnomo, yang didampingi Dandim 0707 Letkol Czi Wiwid Wahyu Hidayat dan Ketua PMI setempat Muchson.
.
Bupati Wonosobo Eko Purnomo, Sabtu (8/8), mengucapkan terimakasih dan apresiasi mendalam, atas kepedulian serta solidaritas warga Desa Pungangan, yang telah menginisiasi berdirinya kelompok donor darah di desanya.

“Mudah-mudahan kelompok yang telah berdiri ini, akan banyak membawa kemanfaatan untuk kemanusiaan, mari saling tingkatkan kepedulian dan solidaritas bersama, demi Wonosobo berdaya dan sejahtera,” katanya.

Penghargaan Presiden

Naskah deklarasi desa lumbung darah ditunjukan Bupati Wonosobo Eko Purnomo dan stakeholder lainnya. (Foto : SB/Muharno Zarka)

Kepala Desa Pungangan Supriyono, melaporkan kelompok donor darah ini berdiri pada 8 Juli 1990 atas inisiatif kelompok pengajian dengan peserta awal tujuh orang. Hingga saat ini anggota kelompok lumbung darah sudah mencapai ratusan orang.

“Kelompok donor darah lahir dilatarbelakangi karena ada salah seorang warga yang saat itu sakit dan butuh bantuan tambah darah. Kemudian tercetuslah kelompok donor darah di dusun Kleyang Desa Pungangan tersebut,” sebutnya.

Sampai saat ini jumlah anggota kelompok sudah mencapai 150 orang dan yang aktif sejumlah 120 orang. Rata-rata usia antara 20 sampai dengan 71 tahun. Tiap ada donor darah massal, anggota kelompok darah selalu ikut berpartisipasi.

“Mereka sudah mendonorkan darah sampai 40 kali bahkan ada yang sudah sampai 87 kali. Bahkan karena kepedulian sosial tersebut, beberapa warga mendapat penghargaan dari Presiden RI, Gubernur Jateng dan Bupati Wonosobo,” tandasnya.

Muharno Zarka/mm