Manajemen KOIN dan kontraktor beserta mitra berfoto bersama. Foto: Taletha

PURWOREJO (SUARABARU.ID) -Isu tak sedap kembali muncul menerpa usaha penggemukan domba yang dirintis oleh Koperasi UMKM Indonesia (KOIN). Menanggapi isu yang menjurus ke fitnah tersebut, Direktur Kemitraan KOIN, Moh Ali Rif’an mengatakan bahwa, sertipikat tanah yang  tidak pernah diagunkan ke bank

“Sertifikat kita simpan di safety box di kantor, jika ingin dicek kami persilakan. Dijamin selama kontrak lima tahun aman,” tegas Ali.

Dirut Kemitraan Moh Ali Rif’an saat meninjau kandang domba

Sertifikat, lanjut Ali harus diserahkan oleh mitra (pemilik kandang) saat pengisian pertama domba. “Ada juga yang sudah menyerahkan sertipikat, karena mereka ingin lebih dulu dibangun kandangnya dan sudah terealisasi,” jelas Ali.

Salah satu HRD KOIN, Mardiyan mengatakan, KOIN memiliki program bagi mitra yang masih menggunakan Letter C atau Akta Jual Beli (AJB) dikembalikan dalam bentuk sertipikat tanpa dipungut biaya. “Akan tetapi mitra harus mengajukan permobonan ke kami,” jelas Mardiyan.

Mengenai pengisian domba yang direncanakan awal Agustus, terpaksa ditunda lagi karena kondisi kandang belum sempurna. Hingga saat ini, sudah ada 7.000 calon mitra dengan pengajuan 10.000 kandang yang mendaftar, akan tetapi belum tentu semua diacc. Karena terkait dengan asuransi dan keadaan tanah yang akan didirikan kandang. “Sudah 600 kandang di 14 kecamatan berdiri, tinggal penyempurnaan. Suplier domba juga sudah ready. Jadi mitra tidak perlu khawatir,” ungkap Mardiyan.

Senada dengan Mardiyan Direktur Budidaya, drh Ismangil Antarusmara mengatakan bahwa, banyak kandang belum ada tempat makan dan minum serta tempat pengumpulan urine dan kotoran domba. “Kontraktor (pembangunan kandang)  masih fokus bangunan kandangnya. Sebenarnya kontraktor sudah diberi gambaran bentuk dan kelengkapannya. Tetapi memang, tempat makan dan minum termasuk paling sulit dalam konstruksi kandang,” jelas Ismangil.

Eny Kustiasih salah seorang mitra di depan kandang domba miliknya.

Target  200 kandang lengkap dan terisi hingga awal  Bulan September 2020 bisa terealisasi. “Kami akan segera  audit kandnagnya, seandainya diisi domba bagaimana kekuatan kandang tersebut. Domba akan kami kirimkan bertahap tiap bulan untuk mengamankan stok panen bulanan,” pungkas Ismangil.

Salah satu mitra KOIN, Eny Kustiasih warga Desa Girirejo, Kecamatan Ngombol mengatakan bahwa, kandangnya sudah dibangun dan tinggal menunggu domba datang. “Saya percaya kalau KOIN profesional. Isu-isu yang berkembang itu mungkin karen domba nggak datang-datang jadi mereka menduga-duga sendiri,” ujar ibu rumah tangga yang memiliki lima kandang ini.

TALETHA-trs