blank
Tim investigator jalan KNKT dan Disperkimhub Wonosobo ketika melihat bus Sugeng Rahayu yang mengalami kecelakaan di pertigaan Pasar Kertek Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Senior Investigator Jalan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan pengungkapkan kurangnya knowledge (pengetahuan) tentang sistem pengereman yang benar sering menjadi penyebab bus rem blong dan mengalami kecelakaan saat melintas di jalan menurun.

“Dari hasil investigasi yang saya lakukan penyebab rem blong dan terjadi kecelakaan Bus Sugeng Rahayu di pertigaan Pasar Kertek Wonosobo, karena pengetahuan yang minim pengemudi terhadap sistem pengereman yang benar,” katanya.

Ahmad Wildan mengatakan hal itu saat memberikan laporan investigasi dihadapan Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Wonosobo, Sulistiani, di Kantor Disperkimhub setempat, Senin (3/8).

Selama melakukan investigasi, Tim KNKT melihat langsung lokasi terjadinya kecelakaan bus jurusan Surabaya-Purwokerto di Simpang Tiga Pasar Kertek Wonosobo dan jalan menurun Parakan Kertek. Wawancara dengan korban luka di RSI dan Satlantas Polres setempat.

Beri Paparan

blank
Tim KNKT usai melaporkan hasil investigasi kecelakaan bus Sugeng Rahayu foto bersama di Disperkimhub Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

Menurut Wildan, jika melihat lokasi kecelakaan dan kondisi bus bagian depan yang remuk, mestinya korban meninggal lebih dari dua orang dan korban luka mencapai puluhan orang. Beruntung kecelakaan terjadi jelang tengah malam sehingga tempat kejadian perkara (TKP) sedang sepi lalu lalang orang.

“Di jalan menurun sebelum bus menabrak Pagar Takesi di pertigaan Pasar Kertek tidak ada jejak bekas pengereman ban di jalan raya. Jadi bus sudah mengalami rem blong dari atas. Jika sopir tahu ada sistem pengereman cadangan pasti laju bisa dikendalikan dan tidak akan terjadi kecelakaan separah itu,” sebutnya.

Pihaknya menambahkan, detail soal penyebab kecelakaan bus, truk di jalan menurun, bagaimana tehnis sistem pengereman yang benar dan solusi untuk menurunkan angka kecelakaan di jalan raya, akan dipaparkan besok di Ruang Rapat Kantor Disperkimhub Wonosobo.

“Saya minta Satlantas, petugas Disperkimhub, Organda, Pemkab Wonosobo dan teman-teman media, bisa ikut dalam paparan yang akan saya sampaikan besok. Sebab ada hal penting terkait bagaimana cara yang benar untuk bisa menekan resiko terjadinya kecelakaan di jalan raya,” paparnya.

Muharno Zarka-Wahyu