Grup Mabisalam dari Salaman, Kabupaten Magelang, tampil di Festival Takbir Magelang Online 2020. Foto: Eko Priyono

MAGELANG (SUARABARU.ID) – Grup Mabisalam dari Salaman terpilih sebagai juara pertama katagori dewasa Festival Takbir Magelang Online 2020. Kategori anak juara pertamanya Mabisalam Junior dari Salaman.

Juara dua dewasa grup Bondesta dari Ketaron, juara tiga Al Mawadah dari Tular, Salam, dan juara empat Ponpes Simbah Gus Jogorekso dari Gunungpring. Untuk katagori anak selaku juara dua Al ‘Asyiqiin dari Gunungpring.

Festival Takbir ke-9 Magelang Online itu dengan tema “Menjaga Tradisi Silaturahmi dengan Lantunan Takbir di tengah Pandemi”. Pelaksanaannya Kamis, 30 Juni 2020. Ketua Panitia Safrizal Aji menuturkan, kegiatan bertujuan menghindari konvoi takbir di jalan, mengasah dan mengaktualisasi kreativitas masyarakat meski sedang berada di tengah pandemi covid-19.

Kegiatan itu  diselenggarakan oleh Forum Generasi Muda Nepen (Fogmen) dengan mengusung tema “Menjaga Tradisi Silaturahmi Dengan Lantunan Takbir di Tengah Pandemi”. Festival itu disiarkan secara online melalui chanel facebook NU Muntilan.

Hal itu dikarenakan adanya pembatasan jumlah peserta dan penonton yang hadir pada saat acara dilangsungkan. Selain itu juga untuk menghibur masyarakat yang berada jauh dari lokasi dan tidak dapat menyaksikan secara langsung penampilan setiap peserta. Pada festival kali ini, panitia mengadakan dua tahap seleksi, yaitu seleksi video dan penampilan di panggung.

Peserta yang tampil di panggung merupakan enam besar peserta yang lolos pada seleksi video. Tahap seleksi dinilai oleh dewan juri yang terdiri Yuwono Adi Santoso SPd, Agus Merapi, dan Ahmad Syaifuddin SAg.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang Manteb MPd mengapresiasi diselenggarakannya acara tersebut. Kegiatan Islami menyambut Idul Adha di tengah pandemi covid-19 itu juga sudah sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Yaitu dengan menyediakan sarana cuci tangan, memeriksa suhu tubuh peserta dan tamu undangan yang hadir, serta membatasi jumlah penonton dan peserta.

Pelaksanaan festival secara online juga merupakan terobosan kreatif panitia untuk masyarakat yang tidak bisa menikmati secara langsung di lokasi. Diharapkan kegiatan positif itu dapat terlaksana dengan maksimal setiap tahunnya.

Salah satu peserta Raffaldo Haidan menyatakan sangat senang mengikuti festival tersebut. Apalagi kali ini dilaksanakan secara live online, sehingga banyak masyarakat dari daerah lain yang bisa melihat. ” “Kami sudah tiga kali Ini mengikuti festival takbir yang diadakan oleh Fogmen. Semoga tahun depan pelaksanaannya semakin maju dan meningkat,” katanya.

Eko Priyono-trs