Arief Arya Subagyo (kanan/dok)

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kalau Anda lagi santai di sekitar Jalan Indraprasta, Semarang, cobalah mampir ke Warung Mak Wen Sate Salatiga. Warung di Jalan Indraprasta 118 itu memang sederhana, tapi punya menu luar biasa dan rasa yang tidak kalah dari menu sejenis yang lebih dulu ada.

Arief Arya Subagyo, pemilik Warung Mak Wen Sate Salatiga, menuturkan menu racikannya adalah paket sate kombinasi, paket sate sapi, paket sate ayam, sate koyor, sate geprek ayam, sate geprek daging, paket tongseng, dan paket gule. Pihaknya juga menyediakan salah satu makannan khas Kota Salatiga, tumpang koyor.

Tumpang koyor hanya dipasang harga Rp 15 ribu. Untuk paket sate kombinasi Rp 40 ribu, sate sapi (Rp 40 ribu), sate kambing (Rp 45 ribu), sate ayam (Rp 20 ribu), sate koyor (Rp 20 ribu), sate geprek ayam (Rp 12.500), sate geprek daging (Rp 17.500), tongseng (Rp 25 ribu), dan gule (Rp 20 ribu).

Arief membenarkan warungnya merupakan pengembangan dari kedai lama, yakni Warung Sego Koyor Mak Wen. Menu kedainya sekarang lebih komplet dengan harga yang relatif terjangkau masyarakat.

’’Saya sekarang fokus untuk menjadikan Mak Wen Sate Salatiga lebih berkembang. Pada masa pandemi Covid-19, saya justru tertantang untuk membesarkan bisnis kuliner ini,’’ ungkap Arief yang lulusan arsitek Unika Soegijapranata Semarang.

Dia mengakui sebelumnya membuka beberapa cabang foodcourt dan mengikuti festival kuliner Semarangan di Sri Ratu. Kala itu dia belum bisa fokus lantaran pekerjaannya sebagai konsultan desain arsitektur.
Jaga Kualitas

‘’Kini, saya benar-benar fokus untuk membesarkan bisnis kuliner ini. Pelan tapi pasti hasilnya mulai kelihatan,’’ tegasnya.

Untuk menjaga agar konsumen terpuaskan, dia menjaga betul kualitas masakannya. Prinsip pembeli adalah raja juga dijunjung tinggi.

‘’Mengolah bahan dan bumbu hingga menjadi masakan yang disukai banyak orang seperti halnya bagaimana saya meramu ide-ide kreatif yang dituangkan dalam sajian kertas kerja hingga menjadi bangunan arsitektur bernilai tinggi,’’ paparnya.

‘’Kalau puas, sebarkan ke orang lain. Kalau ada komplain, kami siap menampung sebagai bahan perbaikan ke depan,’’ tandasnya.
Arief mengolah sendiri masakannya. Agar lebih pas dalam meramu bumbu, dia dibantu istrinya. Warung Mak Wen buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 22.00.

‘’Kami bermitra dengan gofood. Order bisa melalui gofood ‘sego mak wen Indraprasta atau sate mak wen Salatiga’,’’ katanya.

rr

-->