Ilustrasi. Foto: istimewa

SEMARANG (SUARABARU.ID) –  Terjadi perkelahian warga Kelurahan Wonotingal, Candisari Kota Semarang yang terjadi Rabu sore (15/7) sekitar pukul 15.30 an. Menurut informasi warga di lokasi kejadian, kejadian ini diduga dipicu dendam lama antara korban dengan pelaku.

Saat kejadian, kata saksi tersebut, masing-masing sudah membawa alat untuk melampiaskan dendamnya. Dari informasi yang dihimpun, pelaku yang diduga berinisial Dn membawa senjata tajam berupa pedang, dibantu oleh temannya yang membawa senjata berupa celurit dan senapan angin. Sedangkan korban yang berinisial Wn alias Ciblek membawa rantai untuk melawan.

“Ya bisa jadi, mungkin itu dendam lama. Karena sebelumnya Wn  pernah berselisih dengan Ayah dan Kakak Dn yang sudah almarhum. Sebab di kampung Wn terkenal reseh dan tidak menghargai orang yang lebih tua. Sedang Dn anaknya lebih banyak diam dan tidak ada masalah dengan warga kampung,” kata salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Nantang-nantang

Kejadian berlangsung di Jalan Raya Kagok, yang merupakan jalan perbatasan antara RW 5 dan RW 6 Kelurahan Wonotingal. Awal kejadian disaksikan oleh warga, di depan lapak penjual sayur ibu Bandiyah, Wn yang membawa rantai dikejar oleh Dn cs lari masuk ke rumah sebuah kos, lalu  kembali lagi ke jalan dan berakhir di sebelah balai RW 5. Akhirnya korban terjatuh dan terkena sabetan sajam Dn Cs. Kemudian oleh warga, korban dilarikan ke RS Elisabeth.

“Saat masuk ke halaman kos-kosan sudah saya pisah. Dibantu anak kos Dn Cs mau berhenti. Tapi Wn malah nantang-nantang.Selanjutnya Wn dikejar lagi oleh Dn Cs lari ke arah Balai RW 5. Tapi setelah itu saya tidak mengikuti. Hanya dapat berita Wn sudah dibawa ke RS Elisabeth dengan luka bacok. ” jelas Yosep pemilik rumah kos.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Wonotingal yang dikonfirmasi atas kejadian ini menyatakan, kejadian tersebut benar terjDI. Namun belum bisa menjelaskan apa motif  kejadian yang sebenarnya.

“Benar memang ada kejadian perkelahian warga Kelurahan Wonotingal. Dn dan Wn merupakan warga satu RT di RT 9 RW 5. Sedangkan teman-teman Dn belum diketahui warga mana. Dan mengenai motifnya belum bisa menjelaskan lebih lanjut. Karena masih menunggu laporan,” ungkap Aiptu. M. Zaini, Bhabinkamtibmas Kelurahan Wonotingal saat ditemui usai kejadian.

Absa-TRS