Pihak BMKG memetakan lokasi gempa berada di barat daya Bantul, DI Yogyakarta, pada kedalaman 10 KM. Getarannya terasa di sepanjang lintas selatan Pulau Jawa.

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Gempa bumi mengguncang wilayah Jawa bagian selatan. Menjadikan bumi di lintas selatan-selatan Pulau Jawa, yakni di Kabupaten Wonogiri (Jateng), Pacitan (Jatim) dan Gunungkidul (DI Yogyakarta) terasa horeg (bergetar).

Sebagian masyarakat di Kabupaten Wonogiri yang terbangun oleh getaran gempa tersebut, buru-buru membangunkan anggota keluarganya, sambil berteriak-teriak: ”Lindu-lindu……” Mereka pada berlarian ke luar rumah sebagai tindakan kewaaspadaan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, dan memukul ketongan isyarat ada bahaya secara bersahut-sahutan.

Sejenak kemudian, warga pada ramai-ramai mengunggah informasi gempa tersebut di media sosial (Medsos), yang langsung mendapatkan banyak tanggapan warga nitizen dari berbagai kabupaten/kota. Mereka menyebutkan merasakan adanya getaran gempa yang membuat kaca pintu dan jendela pada bergetar.

Gempa bumi Magnitudo 5,2 terjadi Senin dinihari (13/7) berpusat di barat daya Bantul DI Yogyakarta. Pihak BMKG merilis, itu berada di kedalaman 10 KM, dengan lokasi 8,73 LS dan 109,88 BT.

Kedalaman 10 KM
Pihak Badan Metereologi Klimatogoli Geofisika (BMKG), merilis gempa bumi Magnitudo 5,2 SR tersebut terjadi Senin dinihari (13/7)  pukul 02 lebih 50 menit 29 detik. Titik gempa disebutkan berada di 8,73 Lintang Sselatan (LS),109,88 Bujur Timur (BT).

Lokasinya di 105 Kilometer (KM) barat daya Bantul (DI Yogyakarta), pada kedalaman 10 KM, dan tidak berpotensi memunculkan tsunami. Dalam gempa bumi ini, wilayah Kabupaten Pacitan (Jatim) dipetakan masuk dalam skala MMI (Modified Mercalli Intensity) II-III bersama Kabupaten Wonogiri dan Purworejo (Jateng), serta Gunungkidul dan wilayah Yogyakarta.

MMI adalah satuan skala untuk mengukur gempa bumi. Bagi daerah yang masuk skala MMI II, dipetakan sebagai daerah yang merasakan nyata getaran gempa, yang dampak getarannya menjadikan benda-benda yang digantung pada bergoyang. Kemudian wilayah yang masuk skala MMI III, getaran gempanya sangat terasa lebih kuat, seakan-akan bergetar karena dampak ada truk yang lewat di dekatnya.

Kabupaten Pacitan (Jatim), Wonogiri dan Purworejo (Jateng) serta DI Yogyakarta, oleh BMKG dipetakan sebagai wilayah penerima guncangan gempa berskala MMI II-III.

Kali Kedua
Gempa bumi tersebut merupakan kejadian kali kedua dalam kurun waktu sepekan terakhir ini. Seperti pernah diberitakan, Minggu (5/7) lalu, wilayah lintas selatan-selatan Pulau Jawa tersebut juga horeg diguncang gempa Magnitudo dengan 5,3 Skala Richter (SR), terjadi pada 9,29 Lintang Selatan (LS)  dan 112,31 Bujur Timur (BT). Titik lokasinya, berada di 129 KM tenggara Kabupaten Blitar, Jatim, pada kedalaman 79 Kilometer, dan tidak berpotensi tsunami.

Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto, Senin (13/7), menyatakan, sejauh ini belum menerima adanya dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa bumi tersebut. ”Kami belum menerima laporan adanya dampak kerusakan,” tegasnya.

Bambang Pur