Pejabat Pengganti Sementara (Pps) Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Kudus Fajar Tri Utomo saat menyerahkan kartu anggota peserta pelatihan saat pembukaan pelatihan di aula Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus, Senin (13/7). foto:Ant/Suarabaru.id

KUDUS (SUARABARU.ID) – BPJS Ketenagakerjaan atau disebut BPJAMSOSTEK Kudus, Jawa Tengah, memberikan pelatihan terhadap ratusan pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau berhenti bekerja akibat dampak pandemi COVID-19.

Kegiatan pelatihan vokasi yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan dengan mengusung tema “Vokasi Asik BPJAMSOSTEK” itu, menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kudus.

“Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan, meliputi bidang keahlian memasak, welding atau pengelasan, pembuatan alat pelindung diri mulai dari masker, face shield dan hazmat,” kata Pejabat Pengganti Sementara (Pps) Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Kudus Fajar Tri Utomo di sela-sela pembukaan pelatihan di aula Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus, Senin.

Hadir pada acara pembukaan pelatihan tersebut, Pelaksana tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kudus Marti serta Kepala UPTD Balai pelatihan kerja (BLK) Kudus Anggun Nugroho.

Fajar menjelaskan kegiatan vokasi ini merupakan bentuk kepedulian BPJAMSOSTEK terhadap pekerja yang belum punya pekerjaan dengan program pelatihan vokasi yang dilaksanakan BPJAMSOSTEK dalam rangka memberikan ketrampilan baru yang nantinya akan bermanfaaat bagi pekerja yang belum bekerja lagi untuk memperoleh pekerjaan kembali dengan tambahan keahlian dan keterampilan.

Selain itu, pelatihan tersebut juga bersifat gratis dan peserta akan mendapatkan fasilitas mulai dari sertifikat kompetensi dan uang saku selama pelatihan.

Adapun jumlah peserta yang akan mendapatkan pelatihan berjumlah 220 orang, namun memungkinkan jumlahnya bisa bertambah.

Pelatihan vokasi tersebut, dibagi menjadi tiga kelompok, yakni kelompok pertama diikuti 60 peserta yang berlangsung mulai 13-24 Juli 2020, kelompok kedua diikuti 120 peserta berlangsung mulai 4-18 Agustus 2020 dan ketiga diikuti 45 peserta berlangsung mulai dari tanggal 1-14 September 2020.

Persyaratan untuk menjadi peserta pelatihan vokasi, di antaranya harus sudah pernah menjadi peserta BPJAMSOSTEK minimal 12 bulan, belum bekerja dan non-aktif dari kepesertaan BPJAMSOSTEK serta masih dalam usia produktif maksimal 40 tahun dan bersedia mengikuti pelatihan secara bersungguh-sungguh sampai selesai.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, UKM Kudus Marti menyampaikan kepada peserta agar selalu mengikuti seluruh rangkaian pelatihan vokasi, agar tujuan dari pelatihan vokasi ini tercapai, yakni untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan pekerja.

Seorang peserta pelatihan, Andik Fito mengaku bersyukur bisa ikut pelatihan karena setelah berhenti bekerja dari perusahaan roti terkenal sejak Februari 2020, dirinya memang menganggur dan belum mendapatkan pekerjaan lagi.

Bidang keahlian yang diminatinya, yakni pengelasan karena selama bekerja di perusahaan sebelumnya memang tertarik untuk menekuni keahlian tersebut.

“Rencananya, memang ingin membuka usaha pengelasan sehingga tidak perlu lagi mencari pekerjaan karena setiap kontrak habis tidak diperpanjang harus mencari lagi,” ujar bapak dua anak tersebut.