Infografis penyebaran covid-19 di Kabupaten Sukoharjo. Foto: ist

SUKOHARJO (SUARABARU.ID) – Jumlah kasus positif covid-19 di Kabupaten Sukoharjo terus merangkak. Dalam sehari, terjadi peningkatan delapan kasus positif corona.

Dengan tambahan kasus terbaru ini, saat ini sudah tidak ada lagi kecamatan yang steril. Dengan kata lain 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Sukoharjo dalam peta zona merah.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati menjelaskan, ada penambahan delapan kasus Corona.

Di antaranya dua tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr Moewardi Solo berdomisili Sukoharjo, dua kasus kontak erat pasien positif corona asal Gayam yang meninggal dunia, satu kasus kontak erat pasien meninggal di wilayah Toriyo, Kecamatan Bendosari, satu kasus pedagang kupat tahu Solo, satu kasus baru di Tawangsari dan satu kasus Gatak.

“Ada penambahan delapan kasus positif Corona sehingga total secara akumulatif positif Corona ada 108 kasus,” kata Yunia.

Terkait dengan 108 itu perinciannya, 76 pasien sembuh, 15 rawat inap, satu pasien isolasi Rumah Sehat Covid-19, delapan pasien isolasi mandiri, dan delapan meninggal dunia. Pasien meninggal dunia ini bertambah dua orang dibanding sehari sebelumnya.

Satu pasien meninggal berasal dari Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo dan satu pasien dari Desa Toriyo, Bendosari. Kedua pasien tersebut meninggal pada Sabtu (11/7/2020) malam.

Gun-trs