Secara simbolis Wali Kota Sigit Widyonindito menyerahkan bansos jaring pengaman ekonomi Provinsi Jateng kepada pelaku UMKM Kota Magelang, (Bag Prokompim, Pemkot Magelang)

 

MAGELANG (SUARABARU.ID) – Pemkot Magelang menyerahkan bantuan sosial Jaring Pengamanan Ekonomi (JPE) Provinsi Jawa Tengah tahap I dan II kepada sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kota tersebut.

Penyerahan secara simbolis dilakukan Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito kepada perwakilan pelaku UMKM di Terminal Tidar,  Kota Magelang, kemarin.

Acara itu dihadiri Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, Kapolres Magelang AKBP Nugroho Ari Setyawan, dan pewakilan Kodim 075 Magelang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang Catur Budi Fajar Sumarmo menerangkan,  kegiatan ini untuk mendukung kebijakan Gubernur Jawa Tengah tentang kebangkitan pelaku UMKM Jateng di tengah pandemi Covid-19, sehingga mereka mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Penerima bantuan sosial tahap I di Kota Magelang sebanyak  183 UMKM.  Terdiri atas paket 1a sebanyak 98 UMKM, paket 1b berjumlah 71 UMKM dan paket 2 sebanyak 14 UMKM. Tahap ini disalurkan melalui 9 SRC (Sampoerna Retail Community) di Kota Magelang.

Sedang penerima bantuan sosial tahap II berjumlah 48 UMKM, terdiri atas paket 1a sebanyak 14 UMKM, paket 1b sebanyak 24 UMKM dan paket 2 sebanyak 10 UMKM. Tahap ini disalurkan 3 SRC.

‘’Masing-masing paket isinya berbeda, meliputi telur, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng dan mentega,’’ terang Catur.

Pemberian bantuan sosial JPE ini bertujuan memberikan rangsangan kegiatan usaha produksi pelaku UMKM bidang makanan kecil/snack yang diharapkan dapat mendukung penciptaan lapangan pekerjaan, penanggulangan kemiskinan dan peningkatan penghidupan berkelanjutan di masa pandemi Covid-19.

‘’Manfaat bantuan JPE ini agar UMKM khususnya bidang usaha makanan kecil/snack agar tetap berproduksi dan mampu bertahan dalam mengelola usahanya di tengah pandemi Covid-19,’’ ujarnya.

Wali Kota Sigit Widyonindito mengemukakan, ini merupakan perhatian luar biasa dari pemerintah untuk pelaku UMKM sebagai salah satu unsur penggerak ekomoni rakyat.
Dia berpesan agar mereka tetap bersemangat, tidak putus asa, meski diakui pandemi Covid-19 menyebabkan usaha mereka tersendat.

‘’Ini bentuk perhatian pemerintah luar biasa. Manfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya untuk mengembangkan usaha, jangan patah semangat. Tapi jangan lupa tetap jaga kualitas, rasa dan pengemasannya juga harus baik,’’ pinta Sigit. (pro/kotamgl)

Editor : Doddy Ardjono