Sebelum masuk ke ruang acara, para personel Babinsa mengadakan apel bersama di halaman KPU Grobogan. Foto : Hana Eswe.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Sebanyak 25 perwakilan Babinsa Kodim 0717/Purwodadi dari masing-masing kecamatan di Kabupaten Grobogan mengikuti sosialisasi PKPU nomor 5 dan 6 serta tahapan pilkada bupati/wakil bupati lanjutan. Para babinsa ini memperoleh beragam informasi mengenai tahapan pilkada yang dimulai KPU Grobogan tanggal 15 Juni kemarin.

Dalam pemaparannya, komisioner KPU Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Ngatiman menjelaskan satu persatu tahapan yang sudah dilaksanakan, mulai dari pelantikan PPK, PPS, dan persiapan coklit yang akan dilaksanakan pada 18 Juli 2020 secara serentak.

“Pencocokan dan penelitian data atau coklit ini akan dilaksanakan setelah hasil rapid tes petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) keluar. Setelah itu mereka melaksanakan tugasnya secara door to door ke rumah warga untuk melaksanakan pencocokan data warga dan tentunya juga akan menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan APD minimal berupa masker. Dengan harapan pada saat sosialisasi ini tetap berjalan dengan lancar dan nyaman,” ucap Ngatiman.

Para personel Babinsa mengikuti sosialisasi dengan serius. Foto : Hana Eswe.

Dalam kesempatan ini, para babinsa juga turut menanyakan berbagai hal terkait tahapan pemilu ini. Seperti babinsa dari Geyer, Lilik Cahyono. Pihaknya memberikan masukan kepada KPU Grobogan agar rekan-rekan TNI -Polri yang bertugas dalam pengamanan pilkada juga diberikan alat pelindung diri.

“Protokol kesehatan di TPS harus benar-benar jadi perhatian. Selain itu, perlu adanya koordinasi bersama sebab pelaksanaannya di bulan Desember yang sudah memasuki musim hujan, sehingga bisa langsung ditindaklanjuti,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Babinsa asal Tanggungharjo, Taufik. Pihaknya menanyakan terkait bisa atau tidaknya nantinya Pilkada bisa dilaksanakan jika hanya ada calon tunggal.
Sementara anggota babinsa lainnya juga berharap agar koordinasi dimulai dari awal sehingga persiapan menjadi lebih matang dan pengamanan dalam tahapan pemilu ini bisa berjalan dengan baik.

“Koordinasi yang dimaksud yaitu membuat grup WA, seperti itu misalnya,” ujar Parji, Babinsa Toroh.

Ngatiman memaparkan seluruh saran dan masukan dari para Babinsa ini akan dikomunikasikan dengan rekan-rekan sesama komisioner. Pasalnya, berdasarkan pengalaman terdahulu, TNI dan Polri ini sebagai pihak netral telah memberikan situasi yang aman dan kondusif dalam pilkada serentak 2019 dan pilgub 2018 lalu.

“Saran tersebut akan dikomunikasikan dengan anggota komisioner lainnya. Kalau saat ini kita pakai regulasi dan anggaran APBN untuk pemilih dan penyelenggara,” jelas Ngatiman.

Hana Eswe-Wahyu