Pedagang Pasar Borobudur mengikuti rapid test hari ini, Kamis (9/7/2020). Foto: Eko Priyono

MAGELANG (SUARABARU.ID) – Dari sekitar 150 pedagang Pasar Borobudur, Kabupaten Magelang, yang mengikuti tes cepat (rapid test)hari ini Kamis (9/7/2020), diketahui ada satu yang reaktif corona. Selanjutnya orang itu diminta melakukan isolasi mandiri sambil menunggu dilakukan uji swab.

Tes cepat dilakukan setelah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang menemukan salah satu pedagang kelontong yang sering kulakan (belanja) ke pasar tersebut positif covid-19, Selasa (7/7/2020). Untuk saat ini, pasien positif yang berusia 68 tahun itu dirawat di sebuah rumah sakit.

“Kami hari ini mengadakan rapid test di Pasar Borobudur. Ada sekitar 150 pedagang yang mengikuti rapid test. Hasilnya, ada satu yang reaktif. Untuk selanjutnya, yang bersangkutan akan kami swab,” kata Koordinator Bidang Operasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Retno Indrastuti, Kamis (9/7/2020).

Sedang pedagang yang ikuttes cepat, kata Retno, diutamakan yang pernah kontak erat dengan pasien itu saja. “Jumlah ini sesuai dengan hasil tracingkami bersama kepala Pasar Borobudur,” ungkapnya.

Menurut Retno yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang itu, tes cepatdilakukan mengingat ada kekhawatiran potensi penularan Covid-19 yang terdeteksi dari interaksi pedagang dengan seorang warga dari luar pasar. Rapid test itu sebagai bentuk langkah preventif agar Pasar Borobudur tidak menjadi episentrum baru penularan Covid 19 di Kabupaten Magelang.

“Ini hanya salah satu upaya preventif saja. Setelah ini juga akan ditindaklanjuti dengan penyemprotan disinfektan oleh dinas pasar atau pengelola Pasar Borobudur. Selain itu juga penerapan tujuh pedoman new normal. Di antaranya menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak minimal satu meter dan lainnya,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Camat Borobudur, Joni Indarto. “Ini hanya salah satu upaya saja. Namun yang pasti, kami mengapresiasi semangat pedagang yang antusias mengikuti rapid test. Ini artinya mereka sangat berharap agar di wilayahnya pandemi ini cepat berakhir. Dengan demikian, mereka dapat leluasa, bebas dan nyaman berdagang kembali,” imbuhnya.

Sementara Kepala Pasar Borobudur, Agus Salim menyampaikan, pasien positif diketahui merupakan pedagang di luar pasar. Hanya saja, ia sering belanja (kulakan) di dua lokasi, yakni toko kelontong di luar pasar dan satu pedagang di dalam Pasar Borobudur. Warga tersebut saat ini menjalani perawatan di rumah sakit dengan hasil swab positif covid 19.

Rapid test ini dilakukan pada 150 pedagang yang kontak erat dengan pasien positif tersebut. Mereka merupakan pedagang yang didatangi oleh warga terpapar tersebut,” ungkapnya.

Eko Priyono-trs

 

-->