Amir Machmud NS

Diakah yang Membawa Pisau Melukai Langit

takkan siang dia datang
kegelapan telah mengonfirmasikan
pun lewat runcing hujan
menumpang pekat mendung beku
sinis alam memakna kusam
telah kuduga dingin enggan membuka diri

cahaya menjilat tiba-tiba
mempersunyi kesenyapan
hujan mencurah makin tajam
dengan jerit ngilu
berbulir seperti paku
menepis segala rindu

diakah yang membawa pisau
menabur duka melukai langit
menggores lapis buih awan
yang berarak tergesa
dikejar kecurigaan
merobek sendu kenyataan

sarungkan, sarungkan sepi
ia tak berguna lagi
tertindih irama jiwa
yang sesekali melintas
membunuh ruam cahaya
mengakhiri ceritera
yang kaususun dan sia-sia.

(2020)

Amir Machmud NS

Kau Panggang Terik

kita berteduh di sini
o, terik yang melaknat

kita berhenti di sini
kutunggu waktu menjemput
kapan mulai berjalan lagi

kemarau kaubilang memanggang
hujan kaubilang menenggelamkan

o, diriku sendiri rupanya
yang melaknat ternyata laknat.

(2020)