SEMARANG – Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) Unissula Semarang menggelar diskusi via daring tentang rekonstruksi konsep human capital dan praktek manajemen pengetahuan berdasar nilai nilai Islam pada hari Sabtu, 4 Juli 2020. Diskusi diikuti 270 peserta terdiri dari dosen, mahasiswa dan masyarakat umum dengan pemateri Dr Ardian Adhiatma MM (Kaprodi S1 Manajemen FE Unissula), Ratna Wijayanti SE MSi (Dosen FE Unsiq Wonosobo) dan Jusuf SE MM (Direktur Utama BMT Walisongo) Semarang.

Menurut Ardian pembahasan tentang human capital dan manajemen pengetahuan yang ada sekarang ini lebih menekankan pada nilai nilai yang menisbikan Allah sebagai pembawa ilmu dan sebagai pencipta intelektual capital. Konsep human capital dan manajemen pengetahuan perlu di rekonstruksi dengan pendekatan nilai nilai Islam dengan menunjukkan bahwa manusia sebagai khalifah di muka bumi dengan bertanggung jawab kepada Allah sebagai pemilik Ilmu. “Islamic human capital memiliki dua modal yaitu fundamental knowledge (ilmu agama) dan knowledge of worldly sciences (ilmu kompetensi), dan akan membentuk well balanced knowledge worker yang akhirnya akan menjadikan manusia sebagai Islamic human value”, ungkapnya.

Sementara itu Ratna Wijayanti menjelaskan bahwa nilai tertinggi dari seorang manusia adalah ketika mereka mampu membentuk keseimbangan antara nilai duniawi dan nilai ukhrawi, sehingga yang dimaksud human capital adalah modal manusia yang mampu mengharmoniskan kepentingan dunia dan akherat. Selanjutnya harus mampu memaknai bahwa semua aktivitas di dunia adalah bertujuan untuk kebaikan di akherat.

Senada dengan hal diatas Jusuf menjelaskan bahwa human capital sangat diperlukan di era digital sekarang ini untuk mengaplikasikan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. “Perlu keterlibatan pimpinan untuk transfer knowledge kepada SDM di perusahaan”, Ungkap Jusuf yang juga alumni MM Unissula tersebut.

Diskusi interaktif akhirnya menyimpulkan bahwa konsep Human Capital dan Manajemen pengetahuan perlu meninggikan bahwa sumber pengetahuan adalah dari Allah SWT. Kita sebagai manusia yang kemudian dilengkapi dengan akal dan pikiran kemudian menggunakan pengetahuan ini sebagai modal diri yang harus mengubah mindset bahwa ilmu berasal dari Allah SWT.

Ketua panitia penyelenggara, Dr Tri Wikaningrum dari P4M (Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) FE Unnissula menyatakan bahwa diskusi interaktif terkait upaya membumikan nilai nilai Islam untuk merekonstruksi berbagai konsep dalam praktek manajemen dalam bisnis akan dilaksanakan tiap Sabtu jam 9-12 via daring, sampai akhir bulan Agustus. Diharapkan hasil diskusi ini akan memberikan insight bagi pelaku bisnis dan akademisi untuk berkontribusi pada perwujudan peradaban masyarakat berdasar nilai nilai etis Islami.