Jubir GTPP Kabupaten Grobogan, dr Slamet Widodo. Foto : Hana Eswe

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Grobogan kembali meningkat. Saat ditemui, jubir GTPP Grobogan, dr Slamet Widodo menjelaskan, pasien baru berjumlah 15 orang, Senin (29/6/2020).

“Sampai saat ini, pasien Covid-19 berjumlah 90 orang. Namun, ada informasi, sampai hari ini penambahan 15 orang. Jadi, total keseluruhan ada 105 orang. Ada penderita-penderita yang sudah dirawat di RS, beberapa dari hasil pelacakan dan juga sebagian berasal dari hasil rapid tes massal,” jelas dr Slamet Widodo.

Sebanyak 15 pasien baru tersebut antara lain, Ny S (56), Tn P (55), Ny LD (34), Ny L (63), Tn S (80), Tn D (46), Ny S (64), Ny K (50), An. HA, L (16), An. M (7),  Ny SL (39), Ny N (67), Ny K (42), dan An. AP (12). Keseluruhan pasien tersebut berasal dari beberapa wilayah, yakni Desa Jono (Tawangharjo), Desa Menduran (Brati), Curug-Tegowanu, Jatilor (Godong) dan Baturagung (Gubug) serta beberapa desa di wilayah Kecamatan Toroh.

Infografis kasus Covid-19 di Kabupaten Grobogan

“Mereka yang positif ini berasal dari cluster Curug (Tegowanu), cluster Baturagung (Gubug) dan Kebonagung (Tegowanu). Dari tiga ini, yang paling banyak dari cluster Curug,” jelasnya.

Slamet menjelaskan, pihaknya terus melaksanakan upaya agresif rapid test hingga pertengahan Juli 2020 nanti.

“Minggu-minggu ini kami fokus melaksanakan agresif rapid test. Kita lakukan hingga pertengahan Juli. Setelah itu, kita juga melakukan tracking di tempat-tempat yang banyak kerumunan seperti pasar, mal, atau di tempat lain hingga pertengahan Juli nanti,” tambahnya.

Seiring dengan penambahan pasien yang terkonfirmasi positif rapid tes ini,  kapasitas kamar di beberapa rumah sakit rujukan penuh.

“Di RS Ki Ageng Selo masih ada tiga kamar. Di RS Getas Pendowo masih ada enam kamar. Untuk yang reaktif OTG (orang tanpa gejala-red), yang bukan TBC akan diisolasi mandiri di rumahnya dengan pengawasan ketat dari pihak desa, kecamatan dan puskesmas. Kalau nanti hasil swab-nya positif akan kami ambil lagi dan kami bawa ke rumah sakit,” tambah pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Grobogan ini.

Hana Eswe-Wahyu