Apri "Apipi" Kuncoro, penulis muda produktif dari Gombong, Kebumen, memegang salah satu buku karyanya.(Foto:SB/Ist)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – KETERBATASAN tak menyurutkan tekad Apri Kuncoro (21) untuk menjadi penulis produktif. Selama 2018-2020 pemuda asal Desa Kemukus, Kecamatan Gombong, Kebumen, ini telah membuahkan karya 73 buku antologi, sebagian besar puisi, opini dan surat.

Hebatnya, meski berstatus penulis disabilitas, pemuda berkacamata ini berobsesi pada 2021 nanti bisa mengghasilkan 22 buku, persis sama dengan usianya. Saat ini sudah lahir delapan karya buku dan tiga buku lainnya sedang proses cetak.

Penulis muda yang memiliki nama populer Apipi dan tengah moncer namanya ini mengaku tertarik menjadi penggiat literasi (membaca dan menulis), karena ingin mengedukasi dan menebar ilmu sekaligus ikut menyeru untuk melakukan kebaikan pada sesama.

Anak nomor tiga dari tiga bersaudara dari pasangan Suparman (buruh) dan Kuntarti (guru) ini memang memiliki moto yang inspiratif. “Keterbatasan sebagai penyemangat untuk menembus setiap batasan melalui karya dan prestasi yang memotivasi sesama,”tutur pria berkuklit bersih ini.

Pemuda kelahiran 20 April 1999 ini sejak duduk di bangku SD juga hobi membaca buku dan menulis. Menginjak remaja, ia mulai suka menulis pengalaman hidup, doyan menonton film,dan mendengarkan musik.

Apipi menempuh pendidikan SD Negeri 1 Kemukus Gombong Kebumen 2005-2011, meneruskan  ke SMP Negeri 3 Gombong 2011-02014, dan pada 2014-2017 masuk SMA Muhammadiyah 1 Gombong. Sejak 2018-sekarang kuliah kepenulisan dan Pendidikan Sastra Indonesia melalui group Online.

Apri juga memiliki pengalaman literasi segudang. Pada 2019 menjadi staf pengelola Instagram (Ahsyara Media Indonesia ), menjadi  marketing, editor, dan penulis (Anara Coorporation ). Pengalaman organisasi pun lumayan banyak, 2005-2017atau selama mengenyam pendidikan selalu masuk organisasi kelas sebagai kerohanian kelas.

Pada 2018 menjadi Admin Sharing Knowledege di Group Komunitas Menulis Ikatan Penulis Inonesia (IPI). Sejak 2019 aktif di anggota Lingkar Sastra Gombong.

Beberapa prestasinya, pada  2005-2017 (selama sekolah) tiga besar di kelas, pada 2008 dan 2010 Juara 3 Lomba MAPSI Bidang Khitobah Tingkat Kecamatan Gombong. Pada 2009 Best Participation Sharing With Stikes Muhammadiyah Gombong. 2010 Juara 1 Lomba MTQ & LCC Islami Tingkat Kecamatan Gombong. 2011-2012 Juara 2 Classmeeting Bidang Tilawah. 2013 Runner Up 1 Pemilihan DAI Remaja, 2014 Peserta Forum Taaruf Siswa Teraktif.

Bakat kepenulisannyas semakin terasah setelah pada 2018 menjadi Penulis Artikel Terbaik versi (Forum Aishiteru Menulis) dan Penulis Puisi Terpilih versi (Jendela Sastra Indonesia ), penulis Naskah Istimewa versi (Anara Publishing House ), penulis Cerpen Pilihan versi (Ellunar Publisher). Pada 2019 Penulis Puisi Rima Terbaik versi (Sajak Berima Group ) dan penulis Quote Istimewa versi  (Miss Baper Group).

Lalu apa pesannya kepada generasi muda?.“ Mari jangan sia-siakan masa mudamu. Isilah dengan sesuatu yang mampu memberi manfaat bagi diri sendiri maupun sesama,”ujarnya.

Sembari menekuni duna literasi dan kuliah jarak jauh , Apri sekarang juga aktif di Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kabupaten Kebumen yang belum lama ini terbentuk.

Komper Wardopo