Disain kantor baru Dinas PUPR Kota Magelang yang saat ini dalam taraf pembanguan, (Dok Kantor PUPR Kota Magelang)

 

MAGELANG (SUARABARU.ID) –  Direncanakan Dinas PekerjaanUmum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Magelang pada akhir tahun 2020 akan menempati kantor baru.Pembangunannya menelan biaya Rp 16.713.699.000 dari APBD.

Desainnya juga beda dengan bangunan di kota ini pada umumnya, Bangunan baru kantor yang berlokasi di Jalan Sudirman mengusung konsep green building, terdiri atas tiga lantai.

‘’Konsep bangunan hijau ini menjadi proyek percontohan (pilot project) untuk proyek pembangunan gedung lainnya di Kota Magelang,’’ kata Kabid Cipta Karya DPUPR Kota Magelang, Puji Hartono, kemarin.

Saat ini bangunan lama sudah rata dengan tanah. Pembangunan  dimulai sejak surat perintah mulai kerja (SPMK) diterbitkan pada 29 April 2020. Pelaksanaan selama 240 hari kerja sampai pada 24 Desember 2020.


Bangunan baru Kantor DPUPR yang bentuknya bundar meniru model bangunan water torn yang menjadi ikon Kota Magelang, (Dok Kantor DPU PR Kota NMagelang)

‘’Saat ini bangunan lama sudah diratakan dengan tanah. Tahap selanjutnya mulai pengerjaan bangunan baru oleh  KSO PT Duta Mas Indah dan PT Sari Mas Indah Sejahtera,’’ ujarnya.

Puji menerangkan, konsep bangunan hijau ini memanfaatkan tenaga matahari dengan menggunakan solar cell untuk penerangan. Namun, juga dilengkapi daya listrik dari PLN,” katanya.

Untuk menghemat pemakaian listrik, lanjutnya, pihaknya juga menghadirkan lebih banyak unsur kaca di sejumlah bagian. Termasuk elemen tanaman yang membuat gedung terlihat lebih hijau dan menyegarkan.

‘’Selain konsep  green building, kami juga mengusung filosofi bangunan cagar budaya Water Torn di alun-alun yang berbentuk bundar. Kami bentuk bangunannya bundar, sehingga benar-benar mempresentasikan kekhasan Kota Magelang yang memiliki Water Torn sebagai ikon,’’ terangnya.

 

Lokasi kantor lama Dinas PUPR yang sudah rata dengan tanah, (Dok Kantor DPU PR Kota Magelang)

 

Dia menambahkan, di atap gedung menurut rencana juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan kantor, seperti rapat maupun yang lainnya. Untuk itu, atap gedung dibikin kuat, sehingga bisa digunakan berkegiatan.

‘’Atap gedung bisa dimanfaatkan untuk ruang rapat dengan pemandangan Gunung Tidar dan alam sekitar. Tapi belum dilaksanakan di tahun ini, karena keterbatasan dana,’’ ungkapnya. (Pro/Kota Magelang)

Editor : Doddy Ardjono