Embung atau tandon air hujan banyak dibangun di wilayah dataran tinggi Kebumen. Ini gambar embung di Desa Cangkring, Kecamatan Sadang di Kebumen utara.(Foto:SB/dok)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Nasib naas dialami dua anak usia SD di wilayah dataran tinggi Desa Srati, Kecamatan Ayah, Kebumen. Kami s (4/6) sore sekitar Pukul 17.15 kedua anak ditemukan tewas tenggelam di dalam embung (kolam buatan).

Diduga kedua anak tersebut terpeleset tercebur air saat bermain di embung yang penuh air sedalam 3 meter.  Kedua korban bernama  M Ago Alamsyah bin Ipay Alamsyah (7),  kelas 1 SD, alamat Desa Srati RT 04 RW 03, Kecamatan Ayah, dan Taufan Fadhil Azmi bin Moh Kodir  (8), kelas 2 SD, Desa Srati RT 04 RW 03, Kecamatan Ayah.

Adapun para saksi dalam peristiwa tragis itu Sunarti (36), ibu korban,  Pujo Siswanto ( 33), ketua,  dan Siran (50) nelayan, semuanya warga Desa Srati, RT.01/03, Kecamatan Ayah. Menurut  para saksi kepada petugas Polsek Ayah dan Koramil Ayah, pada hari ini Kamis (4/6) sekitar Pukul 10.00, kedua korban  kepada Ny Sunarti, ibu Taufan, pamit untuk bermain. Sekitar Pukul 15.00 wanita itu  mencari- cari kedua  korban yang tak juga pulang.

Berhubung tidak ditemukan,  Sunarti memberitahukan kepada ketua RT setempat, Pujo Siswanto, yang kemudian bersama saksi  Siran dan beberapa warga ikut mencari. Sewaktu di embung, sekitar Pukul 17.15 saksi Siran melihat ada telapak kaki kecil di tepian embung. Setelah diselami ke dalam embung, korban Ago Alamsyah  berhasil ditemukan dan diangkat.

Selanjutnya korban Taufan juga berhasil di temukan dan diangkat. Kedua korban sewaktu ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dan paru-paru kemasukan air. Selanjut korban dibawa ke rumah duka.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan melalui Kasubbag Humas Polres Iptu Tugiman  menuturkan,  diduga korban saat bermain di tepian embung terpeleset jatuh tercebur. Mengingat  di tepian embung terbuat dari bahan sejenis karet yang licin sewaktu diinjak.

Embung berukuran 80 x 60 meter ke dalaman air 3 meter terdapat pagar besi di sekeliling embung setinggi 1,5 meter pada bagian barat terdapat rambu larangan untuk tidak masuk di area embung. Embung atau waduk kecil tersebut memang banyak dibangun di wilayah dataran tinggi Kebumen dengan fungsi menampung air hujan dan bisa dimanfaatkan untuk irigasi saat musim kemarau.

Adapun aparat  yang mendatangi lokasi kejadian dipimpin Kapolsek Ayah AKP Heru Sanyoto didampingi Kanit Reskrim Aiptu Joko T,  Aiptu Waluyo dan  Aiptu Suyatno serta anggota. Dari Koramil  Ayah Pelda Imam, Sertu Sumarno, Sertu Askun,  serta SAR Lawet Perkasa, dan dua tenaga medis Puskesmas Ayah 2.

Komper Wardopo

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here