Plt Bupati Kudus HM Hartopo bersama Forkopinda saat meninjau makam Sunan Muria. foto:Suarabaru.id

KUDUS (SUARABARU.ID) – Setelah beberapa waktu ditutup untuk peziarah, kompleks makam Sunan Muria di Desa Colo, Kecamatan Dawe segera dibuka untuk peziarah. Meski demikian, Pemkab mewajibkan pengelola untuk menerapkan protokol kesehatan bagi peziarah yang berkunjung.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengungkapkan, jika tidak ada ada aral melintang, pembukaan akan dilakukan secara bertahap dan diawali dengan simulasi. Simulasi tahap pertama dilaksanakan pada tanggal 8-14 Juni. Setelah selesai, akan dievaluasi untuk kebijakan selanjutnya.

“Untuk sementara akan disimulasikan dulu selama sekitar seminggu. Dari hasil evaluasi, nanti akan diputuskan kebijakan lebih lanjut,”kata Plt Bupati Kudus HM Hartopo, Rabu (3/6).

Simulasi tersebut, untuk sementara waktu, hanya dikhususkan bagi peziarah/wisatawan lokal. Namun, jika dalam simulasi dicapai kata sukses, maka kompleks makam akan dibuka untuk peziarah dari luar daerah.

“Ada juga wacana kalau ada pengunjung dari luar daerah harus terlebih dulu daftar secara online jika ingin berziarah ke makam,”katanya.

Hartopo juga menegaskan optimismenya  bahwa “New Normal” di Kabupaten Kudus, khususnya objek wisata religi bisa dijalankan dengan baik. Asalkan, para peziarah dapat diajak menaati protokol kesehatan yang ditetapkan Pengurus Yayasan dan Pemerintah Kabupaten Kudus.

Makam Sunan Kudus

Sementara, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus, dr Andini Aridewi menambahkan, berdasarkan rakor tim Gugus Tugas, pembukaan makam baru sebatas dilakukan di makam Sunan Muria. Sementara, untuk makam Sunan Kudus hingga kini masih belum diputuskan.

“Untuk tahap pertama ini, yang dibuka baru makam Sunan Muria,”kata Andini.

Disinggung kebiasaan peziarah yang biasanya mengunjungi makam Sunan Muria dan Sunan Kudus dalam satu paket, kata Andini, hal tersebut hanya dilakukan peziarah dari luar daerah. Untuk sementara ini, peziarah yang diperbolehkan berziarah adalah peziarah lokal Kudus.

“Kalau peziarah luar daerah memang biasanya satu paket dari Sunan Muria langsung ke Sunan Kudus. Tapi, pembukaan sementara ini baru diperuntukkan peziarah lokal,”tandasnya.

Andini menambahkan, kebijakan pembukaan obyek wisata lain yang dikelola Pemkab Kudus juga masih dalam tahap pengkajian. Jika kondisinya memungkinkan, pembukaan obyek wisata bisa dilakukan guna menyongsong new normal.

Tm-Ab