Bupati Kebumen Yazid Mahfudz meninjau rapid test di pasar tradisional Desa Kewayuhan, Kecamatan Pejagoan.(Foto:SB/Ist)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) –  Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz mulai mengizinkan masyarakat  di daerahnya kembali menunaikan Shalat Jumat. Namun izin itu hanya diberikan kepada desa-desa yang masuk zona hijau Covid-19 atau des yang tidak ada kasus corona.

“Terkait Shalat Jumat, untuk daerah hijau sudah diperbolehkan. Namun protokol kesehatan tetap harus ditegakkan,”tegas Yazid Mahfudz, usai memberikan pengarahan kepada kepala desa dan  meninjau rapid test massal di Pasar Keputihan, Desa Kuwayuhan, Kecamatan Pejagoan, Kamis (3/5).

Bupati menjelaskan, rumah ibadah yang diizinkan untuk dibuka harus dijamin berada di area yang aman dari pandemi Covid-19. Artinya, jika di sekitar rumah ibadah tersebut terdapat kasus penderita Covid-19 maka tidak akan diizinkan untuk dibuka.”Silahkan saja tetapi wajib menjalankan protokol kesehatan seperti pengecekan suhu dan menyediakan sarana mencuci tangan, sabun dan hand sanitizer,”ujarnya.

Bupati Kebumen Yazid Mahfudz didampingi Sekda Ahmad Ujang Sugiono menyerahkan peta zonasi Covid-19 kepada Camat Pejagoan Farita.(Foto:SB/Ist)

Bagi pengguna rumah ibadah wajib untuk menggunakan masker dan menjaga jarak minimal satu meter serta menghindari kontak fisik. Ibadah dilakukan dalam waktu singkat, tanpa mengurangi kesempurnaan ibadah.

Kegiatan selain ibadah dilarang, dan berlama-lama di dalam rumah ibadah sangat dilarang. Selain itu, anak-anak dan masyarakat yang telah lanjut usia dan memiliki penyakit bawaan dilarang untuk datang ke tempat ibadah. Selain itu, yang boleh mengikuti ibadah hanya warga setempat.

Pada kesempatan  itu Bupati didampingi Sekda  Ahmad Ujang Sugiono, Kepala Dinas Kesehatan  Dwi Budi Satrio, Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran R Agung Pambudi, Plt Ke[ala Pelaksana  BPBD Teguh Kristiyanto serta sejumlah pejabat lainnya.

Rapid test massal hari itu diselenggerakan di empat lokasi sekaligus. Yaitu di Pasar Jatisari KecamatanKebumen, Pasar Keputihan Pejagoan, Pasar Tlogopragoto Mirit dan Pasar Karangcangkring Bonorowo.

Komper Wardopo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here