Bagikan
TINJAU B2P2VRP: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, saat meninjau Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) di Kota Salatiga, Kamis (26/3/2020). Foto: heri priyono

SALATIGA (SUARABARU.ID)- Penanganan virus Corona di Jateng dipastikan akan semakin cepat. Hal ini setelah Kementerian Kesehatan menunjuk Balai Besar Penelitian Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga, sebagai laboratorium penelitian penyakit Corona.

Dengan penunjukkan itu, maka pengecekan sampel pasien yang diduga terjangkit virus Corona dari Jateng, tidak harus ke Jakarta atau Yogyakarta seperti yang selama ini dilakukan. Semua sampel pengecekan virus Corona, dapat dillakukan di laboratorium Salatiga itu.

BACA JUGA : Ahli Biofisika, Michael Levitt : Pandemi Corona Segera Berakhir

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kamis (26/3/2020), menyempatkan diri meninjau fasilitas laboratorium itu. Didampingi Kepala laboratorium dan para ahli, Ganjar mengecek satu persatu ruangan yang digunakan untuk pengecekan virus Corona.

Alhamdulillah Kemenkes sudah menunjuk Lembaga B2P2VRP Salatiga ini, sebagai tempat pengecekan Corona. Ini bisa membantu seluruh rumah sakit yang ada di Jateng, untuk melakukan pengecekan,” ucapnya.

Di laboratorium itu lanjut Ganjar, pengecekan dapat dilakukan hanya dalam hitungan jam. Apabila sampel tiba sebelum pukul 12.00 WIB, maka hasil pengecekan sampel bisa diketahui pada sore hari.

”Kalau melebihi jam 12.00 WIB, maka hasilnya hari berikutnya. Namun apa pun itu, ini progres yang sangat bagus untuk melakukan percepatan. Diambil minimalnya, di sini bisa melakukan pengecekan maksimal dua hari saja,” tegasnya.

Kecepatan dalam pengecekan virus Vorona ungkap Ganjar, sangat penting. Dengan hasil laboratorium yang cepat, maka dapat segera diambil tindakan kepada pasien.

”Hasil pengecekan ini yang menentukan perlakuan terhadap pasien. Kalau yang positif bagaimana, yang negatif bagaimana. Jadi semakin cepat hasil didapat, akan semakin baik,” tegasnya.

Dia berharap, Kemenkes memperbanyak tempat-tempat laboratorium virus Corona ini di daerah. Hal itu agar penanganan lebih cepat, sehingga tidak terjadi penumpukan serta penanganan lebih cepat dan pasti.

DITUNJUK: Kementerian Kesehatan akhirnya menunjuk Balai Besar Penelitian Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga, sebagai laboratorium penelitian penyakit Corona. Foto: heri priyono

Sehari 40 Sampel
”Di Jateng yang ditunjuk adalah B2P2VRP Salatiga ini dan RSUP Kariadi Semarang. Namun yang sudah siap dan berjalan di Salatiga ini, karena fasilitas ini dibangun khusus untuk itu. Di kariadi masih memerlukan beberapa dorongan agar siap,” tambahnya.

Untuk saat ini terang Ganjar, seluruh sampel dari rumah sakit di Jateng dikirim ke laboratorium di Salatiga itu. Per hari, laboratorium Salatiga mampu mengerjakan hingga 40 sampel. ”Tentu akan kami tingkatkan terus. Kalau perlu dilakukan penambahan, baik alat maupun SDM nya,” tukas dia.

Sementara itu Kepala B2P2VRP Salatiga, Joko Waluyo menerangkan, di tempat itu terdapat dua alat real time VCR. Sedangkan yang konvensional terdapat sembilan alat yang stand by.

”Setelah ditunjuk Kemenkes, kami langsung melakukan pengecekan. Sejumlah rumah sakit sudah mengirim sampel ke kami, untuk kami lakukan tindakan,” papar Joko.

Menurut dia, sampai saat ini sudah ada 18 sampel yang berhasil dicek. Dalam sehari, tempat itu bisa melakukan pengecekan hingga 40 sampel. ”Waktunya biasanya delapan jam pengerjaan. Tentu kalau nanti sampel semakin banyak, kami akan optimalkan pengerjaan agar kuotanya lebih banyak,” pungkasnya.

Heri Priyono-Riyan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here