Bagikan
Material longsor berupa bebatuan dengan ukuran besar memutuskan akses jalan di Semliro, Rahtawu. foto:BPBD/Suarabaru.id

KUDUS (SUARABARU.ID) – Bencana longsor yang terjadi di Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Rabu (12/2). Material batu seukuran seekor gajah ambrol dari tebing sehingga membuat akses jalan desa setempat terputus.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Bergas Catursasi Penanggungan mengungkapkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, ruas jalan yang tertutup longsor tersebut akses satu-satunya bagi warga Semliro.

“Longsor terjadi karena tanah di tebing mulai gembur dan tidak mampu menahan bebatuan yang ada,”kata Bergas.

Menurutnya, sebelum terjadi longsor, wilayah setempat tidak sedang diguyur hujan. Namun, dimungkinkan karena hujan sebelumnya yang mengakibatkan tanah sekitar menjadi gembur dan membuat bebatuan dari tebing setinggi lima meteran itu tiba-tiba mengalami longsor dan menutupi jalan.

“Selain permukiman warga, juga satu objek wisata pemandian alam di sana untuk sementara tidak bisa dijangkau,”katanya.

Atas kejadian tersebut,  warga dukuh setempat untuk sementara tidak bisa melintas karena harus menunggu proses pembersihan jalan dari material longsor.

Relawan BPBD saat berusaha membersihkan material longsor di Dukuh Semliro, Desa Rahtawu. foto:BPBD/Suarabaru.id

Adapun upaya untuk membuka akses jalannya, yakni dilakukan dengan cara memecah batu tersebut secara manual serta menggunakan jack hammer (penghancur beton) karena menggunakan alat berat tidak memungkinkan dengan akses jalan menuju lokasi yang terlalu sempit.

Jumlah personel dari BPBD Kudus yang diterjunkan sebanyak 10 orang, ditambah bantuan warga sekitar untuk secepatnya membuka akses jalan setempat.

Kondisi tebing di sepanjang jalan menuju Dukuh Semliro, lanjut dia, memang rawan terjadi longsor sehingga ketika curah hujan tinggi memang harus ekstra waspada.

Bencana tanah longsor di Desa Rahtawu sudah berulang kali terjadi, termasuk peristiwa tanah longsor yang menimpa empat rumah warga pada bulan Februari 2011 di Dukuh Wetan Kali dan Dukuh Semliro.

Kejadian tanah longsor di dua dukuh tersebut, terjadi pada yang diawali dengan hujan deras yang mengguyur desa tersebut.

Berdasarkan peta rawan bencana, ada 13 desa rawan bencana tanah longsor meliputi Desa Rahtawu, Menawan, Jurang, dan Kedungsari (Kecamatan Gebog), Desa Terban (Kecamatan Jekulo), serta Desa Soco, Ternadi, Japan, Kuwukan, Puyoh, Colo, Dukuh Waringin, dan Cranggang (Kecamatan Dawe).

Tm/Ab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here