Ketua PC Fatayat NU Wonosobo, Haryati SAg ketika menyerahkan SK kepengurusan kepada salah satu Ketua Pimpinan Ranting Fatayat NU di Kecamatan Kalikajar. (Foto : SuaraBaru.id/Muharno Zarka)

WONOSOBO(SUARABARU.ID) – Lima Pimpinan Ranting Fatayat NU di Kecamatan Kalikajar menerima Surat Keputusan (SK) dari Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Wonosobo, Haryati SAg. Penyerahan SK dilakukan setelah 5 Pimpinan Ranting Fatayat NU dilantik.

Pelantikan Pimpinan Ranting Fatayat NU dipimpin Ketua PC Fatayat Haryati SAg bersamaan dengan “Pengajian Rutin Lapanan Fatayat-Muslimat NU di Lapangan Sepak Bola Dusun Butuh Duwur Desa Butuh Lor Kecamatan Kalikajar Wonosobo.

Ketua PAC Fatayat NU Kalikajar Hj Zuhaimi Maskuriroh, Senin (13/1), mengatakan ke-5 pimpinan ranting yang dilantik dan menerima SK yakni Tanggek Kalikajar, Bulusari Karangduwur, Butuh Duwur Butuh Lor, Kebondalem dan Ngabean Maduretno.

“Di Kalikajar saat ini ada 64 Pengurus Ranting Fatayat NU yang tersebar di 19 desa/kelurahan. Karena dalam satu desa/kelurahan terdapat beberapa pimpinan ranting Fatayat NU. Meski jumlah desa/kelurahan hanya 19, PR Fatayat NU sampai 64,” katanya.

Hadir menyaksikan pelantikan Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Wonosobo Hj Istiqomah SAg, Ketua PAC Fatayat NU Kalikajar Hj Zuhaimi Maskuriroh, Bidang Sosial, Seni dan Budaya PC Fatayat NU Wonosobo Hj Sarilah dan Ketua TP PKK Desa Butuh Lor, Sekretaris PC Fatayat NU Maryatul Kibiyah.

Ikrar Pelantikan

Sebelum melakukan pelantikan, Ketua PC Fatayat NU Haryati S Ag menanyakan kepada pengurus yang akan dilantik. “Apakah sahabat-sahabat bersedia mengemban amanah organisasi Fatayat NU, mematuhi PD/PRT organisasi Fatayat NU,” tanyanya.

Calon pengurus Fatayat NU, imbuhnya, juga harus punya komitmen berjuang demi tegak dan kuatnya tradisi dan organisasi Fatayat NU. Setelah semua calon pengurus menjawab “bersedia” prosesi pelantikan baru dimulai.

“Pelantikan pengurus Fatayat NU dilakukan dengan mengucapkan syahadat tauhid dan syahadat rosul. Setelah itu semua pengurus mengucapkan ikrar akan menjunjung tinggi amanat organisasi dengan penuh rasa ikhlas dan tanggungjawab,” katanya.

Dikatakan Haryati, sebagai perempuan muda NU, tantangan kader Fatayat NU ke depan sangat berat, terutama dalam menghadapi generasi milenial. Kader Fatayat NU di era digital ini harus mampu menguasai kemajuan tehnologi informasi.

“Jika sampai perempuan muda NU tidak melek tehnologi alias gaptek, pasti akan tergerus oleh perkembangan zaman. Kemajuan tehnologi informasi yang begitu pesat merupakan sebuah keniscayaan dan tidak bisa dihindari,” tandasnya.

Muharno Zarka/mm