Ular yang berhasil ditangkap oleh Tim Damkar Pemkab Wonogiri, dimasukkan ke dalam karung sebagai upaya pengamanan.

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Wonogiri, Minggu dinihari (22/12), kembali menangkap ular jenis Sanca Batik (Sowo Kembang), yang tengah memangsa ayam piaran penduduk. Lokasi penangkapan, berada di kandang ternak milik Irawan (30), warga Dusun Tuklukj RT 1/RW 1, Desa Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.

Irawan, menuturkan, saat itu kaget oleh suara ayam di kandang yang gaduh. ”Saya menduga ada sesuatu yang telah membuat gaduh ayam di kandang,” jelasnya kepada petugas. Pada diihari itu pula, dia melakukan pengecekan ke kandang, dan menemukan ada ular yang tengah memangsa seekor ayam dewasa piaraannya. Irawan menyatakan takut oleh kemunculan satwan liar di kandang ayamnya tersebut.

Karena itu kemudian meminta bantuan ke tetangga, tapi mereka tidak ada yang berani menangkapnya. Selanjutnya, atas saran pamong desa, segera dilakukan permohonan agar Tim Damkar Kabupaten Wonogiri berkenan menangkapnya. Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Damkar Kabupaten Wonogiri, Joko Santosa, melalui Komandan Regu (Danru) Sriyanto, menyatakan, ini merupakan penangkapan ular Sanca Batik yang keduakalinya dalam kurun waktu sepekan terakhir ini. Setelah sebelumnya, menangkap ular yang sama di Dusun Ploso, Kecamatan Puhpelem (70 Kilometer arah timur laut Kota Wonogiri).

Posisi ular Sanca Batik, berada di bagian kerangka atap kandang ternak. Ini membuat kesulitan bagi Tim Damkar untuk menangkapnya.


Warga Takut:
Menurut Sriyanto, Minggu dinihari (22/12) pukul 03.30, menerima laporan dari warga Dusun Tukluk, Desa Kerja Lor, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, tentang kemunculan ular Sanca Batik yang memangsa ayam piaran milik Irawan dan membuat takut warga.

Tim Damkar yang mendatangi lokasi, menemukan posisi ular berada di tempat yang sulit. Karena ular yang tengah memangsa seekor ayam dewasa tersebut, membelit pada kerangka rumah kandang ternak bagian atas. Menyikapi hal ini, kemudian dirancang strategi penangkapan, dengan memperhitungkan aspek safety (keselamatan) penangkapnya. ”Alhamdullilah, penangkapan berhasil dilakukan dalam tempo 30 menit,” jelas Sriyanto. Ular tersebut kemudian diserahkan ke Bonbin Mini Obyek Wisata Waduk Gajahmungur, Wonogiri.

Panjang ular Sanca Batik yang ditangkap kali ini berukuran 2 Meter, terhitung lebih pendek dan lebih kecil dibandingkan dengan ketika melakukan penangkapan di Kecamatan Puhpelem yang panjangnya mencapai 5 Meter.

Ular Sanca Batik (Sowo Kembang), termasuk jenis ular dari suku Pythonidae, yang dapat tumbuh besar dan panjang. Nama-nama lain dari ular sanca; adalah ular sawah yang oleh masyarakat di Simelue disebut sebagai sawah-n-etem, atau ular petola sebagaimana warga Ambon menyebutnya, Dalam bahasa Inggris, ular Sanca disebut sebagai reticulated python atau disingkat retics. Sedangkan nama ilmiahnya adalah Python reticulatus, yang kini diubah genusnya menjadi Malayopython reticulatus.

Bambang Pur