Peserta seminar "Keluarga Hebat Negara Kuat" yang digelar PC Fatayat NU Wonosobo di Gedung MWCNU Kertek. Foto : SuaraBaru.id/Muharno Zarka

WONOSOBO-Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Wonosobo menggelar seminar “Keluarga Hebat Negara Kuat” di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kertek Wonosobo. Seminar diikuti pengurus Ranting Fatayat NU di Kecamatan Kertek.

Ketua PC Fatayat NU Wonosobo, Haryati S Ag, Kamis (12/12), mengatakan seminar bertema keluarga hebat digelar dalam rangka memberikan pemahaman terhadap kader Fatayat NU perihal pentingnya keluarga yang hebat, berkualitas dan sehat.

“Keluarga merupakan unit organisasi terkecil dalam dalam struktur masyarakat. Meski unit organisasi terkecil tapi perannya sangat vital bagi eksistensi sebuah negara. Karena dari keluarga hebatlah lahir pemimpin-pemimpin kuat di negeri ini,” katanya.

Seminar menghadirkan pembicara dr Twiena Fridayanie Sp KJ (psikiater RSUD Soetjonegoro) dan  Solikhah Wulandari S Kep Ners M Kep (perawat RSUD Soetjonegoro). Keduanya menyampaikan materi tentang pentingnya psikologi perkembangan dan kesehatan anak.

dr Twiena Fridayanie Sp KJ mengatakan keluarga merupakan lingkungan sangat strategis bagi tumbuh kembangnya karakter anak. Karena keluarga merupakan tempat berkumpul dan tinggal antara anggota keluarga yang satu sama lain saling ketergantungan.

Salah satu pemateri, dr Twiena Fridayanie Sp KJ, psikiater RSUD Soetjonegoro Wonosobo ketika menyampaikan paparannya. Foto : SuaraBaru.id/Muharno Zarka

“Keluarga itu punya fungsi pendidikan agama, sosialisasi lingkungan, penanaman jiwa sosial dan budaya, pemberi rasa cinta dan kasih sayang, perlindungan dari segala ancaman, tempat reproduksi, sosialisasi dan pendidikan dan sumber ekonomi,” katanya.

Orang Tua Hebat

Jika ingin menjadi orang hebat dalam mendidik anak, imbuhnya, maka bersiap-siap menjadi orang tua yang baik, memahami peran orang tua dan konsep diri, melibatkan peran ayah, mendorong tumbuh kembang anak dan membantu pertumbuhan balita.

“Selain itu, orang tua wajib menjaga anak dari pengaruh media sosial di era digital ini. Menjaga kesehatan reproduksi balita dan membentuk karakter anak sejak dini. Keluarga merupakan tempat kali anak mendapat pendidikan dari orang tua,” sebutnya.

Menurut dr Twiena, di luar pengaruh lingkungan dan pendidikan, karakter anak yang baik dan buruk, sangat dipengaruhi oleh pola asuh anak dari orang tua. Untuk menjadi orang tua yang baik butuh ilmu pengetahuan psikologi dan perkembangan anak

“Anak yang didik dengan cara tidak benar bisa mengalami gangguan jiwa. Gangguan jiwa bisa berupa  gangguan pikiran, perasaan, tingkah laku sehingga dapat menimbulkan penderitaan dan terganggunya fungsi kehidupan sehari-hari,” katanya.

Gangguan jiwa, sebutnya, bisa berupa kecemasan dan depresi. Gejalanya berupa perubahan mood yang sangat drastis, takut secara berlebihan, menarik diri dari kehidupan sosial, kerap merasa sangat marah dan mengalami delusional.

Solikhah Wulandari SKep Ners, MKep mengatakan asupan gizi yang baik sangat berpengaruh bagi perkembangan fisik dan psikologis anak. Setiap orang tua wajib memenuhi gizi yang cukup, sehat dan baik bagi anak, sejak dari kandungan hingga dewasa.

Muharno Zarka-trs