Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz memberikan penghargaan kepada seorang difabel berprestasi pada Pencanangan Kebumen sebagai Kabupaten Inklusi di Alun-alun setempat, Jumat 6/12. (Foto:Suarabaru.id/Ist)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Pemkab Kebumen mencanangkan sebagai Kabupaten/Kota Inklusi yang berkomitmen mendukung penuh program pendidikan inklusi serta memberikan layanan terbaik terhadap anak berkebutuhan khusus dalam seluruh proses layanan publik.

Pencanangan Kabupaten Inklusi itu dilaksanakan bersama UNICEF dan PW LP Maarif Jateng di Alun-alun Kebumen, Jumat (6/12). Acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz dan penandatanganan naskah deklarasi Komitmen Bersama Menuju Kebumen Inklusi.

Pada acara tersebut Pemkab Kebumen menegaskan beberapa komitmen. Di antaranya berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan program pendidikan inklusi di Kabupaten Kebumen, siap mengemban amanat sebagai Kabupaten Inklusi dengan memberikan layanan terbaik terhadap anak berkebutuhan khusus dalam seluruh proses layanan publik dengan prinsip kesetaraan dan tanpa diskriminasi sebagaimana peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pemkab Kebumen juga siap mendorong bagi tersedianya sarana publik yang bisa diakses oleh anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas demi kemajuan bangsa dan negara. Selanjutnya, memberikan jaminan atas regulasi melalui Perda, Perbup maupun lainnya, termasuk  penganggaran bagi anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas baik bersumber dari APBD kabupaten maupun dukungan dari dana desa untuk  nasib terbaik  bagi mereka.

Pemkab juga siap ikut mempromosikan, melindungi dan memenuhi hak-hak anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas di Kabupaten Kebumen.

Wujud Keberpihakan

Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz dalam amanatnya mengungkapkan, kegiatan tersebut sebagai wujud keberpihakan Pemkab kepada penyandang disabilitas . Bupati menginginkan tidak ada perbedaan hak dan kewajiban bagi mereka yang normal atau pun penyandang disabilitas.

Menurut bupati, Kabupaten Kebumen akan memberikan kesempatan yang luar biasa kepada seluruh warga dan kepada kelompok difabel sehingga mereka semua dapat ikut berkontribusi dalam pembangunan.

”Saya berharap pascapencanangan sebagai kabupaten inklusi keterlibatan masyarakat bisa semakin nyata dan menerima kehadiran para penyandang disabiltas,” ujar bupati.

Ketua PW LP Maarif Jateng Andi Irawan menyatakan, ada empat kabupaten di Jateng yang difasilitasi atas kerjasama UNICEF dan LP Maarif. Yaitu Kabupaten Banyumas, Semarang, Brebes dan Kebumen. Empat kabupaten itu menjadi role model  terbaik dalam rangka penanganan anak berkebutuhan khusus.

Menurut Andi Irawan, keempat daerah itu ada yang difasilitas pemkab dan ada yang atas partisipasi masyarakat untuk mewujudkan pemenuhan hak-hak anak. Seperti hak hidup, hak tumbuh kembang, hak partisipasi dan hak perlindungan. Termasuk bagaimana  keberpihakan daerah dalam upaya mewujudkan kebijakan  terbaik untuk anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas yang tersebar di desa dan kelurahan.

Pencanangan  tersebut dihadiri perwakilan UNICEF Arie Rukmantara dan Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kebumen dr Budi Satrio MKes serta para pejabat Pemkab Kebumen.

Bersamaan itu diberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dinilai berjasa memperjuangkan nasib disabilitas di Kebumen. Seperti IrmaSuryati  sebagai tokoh difabel inspiratif  bidang ekonomi produktif, dr Faiz Allaudien Reza Mardika sebagai pengusaha peduli difabel, Apri Kuncoro sebagai difabel penulis buku cerita dan M Yahya Fuad sebagai bapak difabel Kabupaten Kebumen.

Komper Wardopo/trs

-->