Bagikan
Keunikan terlihat di TPS 4 Gundih. Di TPS ini, KPPS mendesain TPS dengan ornamen berbau pertanian. (Foto : Hana Eswe).

GROBOGAN – Euforia pesta demokrasi Pemilu 2019 tampak terlihat di berbagai Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Grobogan. Dari yang diwarnai dengan keterlambatan pembukaan TPS hingga kreativitas unik para KPPS di tiap TPS.

Seharusnya pada surat undangan peserta pemilih tertera waktu pelaksanaan dimulai pada pukul 07.00-13.00 WIB. Namun di TPS 15 Desa Putatnganten, Kecamatan Karangrayung, para KPPS terlihat belum siap menerima pemilih kendati waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB. Hal tersebut karena belum lengkapnya anggota KPPS yang datang ke lokasi TPS.

Sejak pukul 07.00 WIB, warga Dusun Sengkilan, Desa Putatnganten sudah berada di TPS menunggu namanya dipanggil petugas. (Foto : Hana Eswe).

Namun, pelaksanaan pemungutan suara akhirnya mulai berjalan pada pukul 07.30 WIB. Ketua Bawaslu Grobogan, Fitria Nita Witanti saat dikonfirmasi mengatakan, memang benar seharusnya TPS dibuka pada pukul 07.00 WIB. Namun, boleh mundur hingga pukul 07.30 WIB.

“TPS seharusnya dibuka pada pukul 07.00 WIB. Boleh mundur sampai dengan pukul 07.30 WIB apabila saksi belum ada yang datang,” kata Fitria.

Keunikan juga terlihat di beberapa TPS. Salah satunya di TPS 4 Desa Gundi, Kecamatan Godong. Para pemilih disambut dengan kreativitas anggota KPPS yang mendesain TPS-nya dengan ornamen unik. Yakni mengambil tema pertanian.

“Awalnya terpikir, TPS-nya biasa-biasa saja. Ternyata pas datang, sudah dihiasi barang-barang yang berkaitan dengan pertanian dan bikin semangat saat mau nyoblos,” ujar Waluyo, warga setempat.

Medan Berat

Demi sebuah tugas negara, para petugas dari instansi kepolisian dan TNI rela menempuh medan yang berat untuk menjaga pelaksanaan pengamanan pemilu. Hal tersebut terlihat perjuangan para petugas saat menempuh medan jalan yang belum beraspal dan penuh dengan genangan lumpur pascahujan.

Para petugas melewati medan tersebut dengan menggunakan sepeda motor. Mereka melintasi jalur yang licin dan sempat membuat salah satu anggota harus dibantu teman-temannya karena hampir terperosok. Insiden tersebut terlihat pada saat H-1 pencoblosan, para petugas gabubgan dari TNI dan Polri hendak menuju ke Desa Jambangan, Kecamatan Geyer.

Petugas keamanan siap mengamankan TPS meski harus menempuh medan yang berat. Salah satunya di Desa Jipang, Kecamatan Penawangan. (Foto : Hana Eswe)

Tidak hanya di Geyer saja. Petugas juga sempat mengalami kesulitan saat melintasi jalur Pengkol-Mojoagung. Tepatnya menuju ke Desa Jipang, Kecamatan Penawangan. Namun, hal tersebut dapat teratasi dan petugas dapat melakukan pengamanan di TPS-TPS yang ada di desa tersebut.

“Kondisi aman meski jalur di wilayah tersebut belum dicor, becek saat hujan dan sulit untuk dilewati. Bersyukur para petugas akhirnya dapat melewati jalur tersebut untuk melakukan pengamanan di desa tersebut,” kata Kapolsek Penawangan, AKP Sapto, saat dikonfirmasi.

surabaru.id/Hana Eswe

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here