Bagikan
Dandim 0707/Wonosobo Letkol Czi Fauzan Fadli SE meninjau rolak jalan yang berhasil dibangun dalam program TMMD Sengkuyung ke-104 tahap I di Desa Wonokampir Kecamatan Watumalang. Foto : SuaraBaru.id/Muharno Zarka

WONOSOBO-Dandim 0707/Wonosobo Letkol Czi Fauzan Fadli SE mengatakan TMMD yang dilakukan di Wonosobo berhasil melaksanakan program tambahan berupa pembuatan jamban sebanyak 200 buah. Dana yang biasanya dialokasikan untuk pembangunan pos ronda dan rehab tempat ibadah dialihkan untuk pembuatan jamban.

Fauzan Fadli mengatakan hal tersebut memimpin upacara penutupan TMMD Sengkuyung ke-104 Tahap I tahun 2019 dengan tema “Melalui TMMD Kita Tingkatkan Kebersamaan Umat serta Semangat Gotong Royong dalam Kehidupan Berbangsa dan  Bernegara Guna Mewujudkan Ketahanan Nasional”.

Upacara penutupan TMMD diselenggarakan di lapangan Desa Wonokampir Kecamatan Watumalang Kabupaten Wonosobo, Rabu (27/3). Upacara diikuti sekitar 500 orang, yang terdiri TNI-Polri, Forkompincam Watumalang, Linmas dan masyarakat setempat.

Dandim 0707/Wonosobo mengatakan upacara penutupan ini sekaligus menandai berakhirnya program TMMD ke-104 yang dilaksanakan serentak di 50 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. TMMD yang diprogramkan 3 kali di tahun 2019 merupakan wujud pengabdian TNI untuk membantu mempercepat pembangunan di daerah demi tercapainya kesejahteraan bagi rakyat.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja bersama membangun daerah guna mengatasi berbagai masalah dan tantangan di bidang teknologi, ekonomi dan sosial- budaya. Selama TMMD berlangsung prajurit TNI hadir di tengah tengah masyarakat menyemai semangat gotong-royong untuk menjaga persatuan dan kesatuan”, katanya.

Dikatakan Dandim, di setiap kegiatan TMMD ini, dapat disaksikan semangat kebersamaan serta gotong-royong yang terpancar dari wajah sekaligus cucuran keringat masyarakat dan aparat yang bersama-sama bekerja di lapangan. Warga setempat bersama TNI-Polri bahu membahu membangun desa dan melakukan pemberdayaan masyarakat.

“Kebersamaan menjadi refleksi kekuatan besar dari segenap komponen bangsa guna mengatasi berbagai persoalan pembangunan serta problematika di masyarakat. Semangat kebersamaan seperti inilah yang sebenarnya merupakan hakikat dari kemanunggalan TNI dengan rakyat, yang merupakan roh perjuangan Bangsa dan akan terus kita bangun serta pelihara”, serunya.

Kemanunggalan ini, imbuh Fauzan Fadli, merupakan aktualisasi peran TNI dalam mewujudkan seluruh potensi masyarakat sebagai pendorong kemajuan bangsa, yang bermuara pada terbentuknya kekuatan pertahanan nasional yang kokoh. Apresiasi disampaikan Dandim kepada seluruh pihak, terutama Pemda Wonosobo, sehingga TMMD dapat berjalan lancar dan mencapai target yang diharapkan.

Gotong Royong

TMMD memberikan kesempatan untuk membantu daerah-daerah yang belum tersentuh pembangunan secara merata, sekaligus sebagai momentum untuk menggelorakan kembali semangat gotong-royong serta memantapkan apa yang disebut sebagai imunitas bangsa. TMMD menghidupkan roh kebersamaan dan kegotongroyongan di masyarakat.

“Konsep imunitas bangsa merupakan wujud kepedulian dan keprihatinan TNI AD dalam memandang persoalan sosial, yang berakar dari perubahan sikap hidup dan pudarnya nilai-nilai luhur budaya bangsa, seperti semangat untuk bersatu, menghormati perbedaan, pantang menyerah dan rela berkorban”, tegas Dandim.

Guna mencapai pembangunan yang berkelanjutan, menurutnya, TNI bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Pemkab Wonsoobo juga telah memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada aparat desa, dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola dana desa.

“Hal tersebut menjadi bagian dari pembangunan non-fisik, yang juga diwujudkan melalui penyuluhan kesehatan, metode bertani, beternak modern, sosialisasi hukum, penyadaran pendidikan, bahaya narkoba dan kesadaran bela negara serta wawasan kebangsaaan”, lanjut Fauzan Fadli.

Di samping sasaran pembangunan fisik dan non-fisik, paparnya, pelaksanaan TMMD ini juga membawa misi khusus, yaitu untuk menyatukan perbedaan dalam masyarakat guna mencegah potensi perpecahan dan berkembangnya intoleransi serta menumbuhkan kedekatan antara rakyat dengan prajurit TNI.

“Bagi prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD ini saya wajibkan untuk tidur dan makan di rumah masyarakat dengan memanfaatkan dana tunjangan prajurit yang diberikan oleh komando atas. TNI dalam TMMD live-in atau menjalani kehidupan sehari-hari di desa bersama masyarakat”, sebutnya.

Dengan telah berakhirnya TMMD Sengkuyung ke-104 ini, Dandim berpesan kepada kepada anggota Satgas TMMD dan segenap masyarakat untuk tetap mempertahankan kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat yang telah berjalama selama kegiatan TMMD di Wonosobo.

“Tingkatkan semangat untuk bekerja dan membangun bersama, sebagai realisasi semangat gotong royong yang merupakan warisan asli bangsa ini. Peliharalah hasil-hasil program TMMD ini dengan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan seluruh warga masyarakat”, ajaknya.

Dandim juga mengharapkan warga terus membangun dan mengembangkan potensi desa masing- masing serta jadilah agen-agen pembangunan yang menyebarkan energi positif bagi lingkungan sekitar untuk mau belajar dan memajukan desa dan wilayahnya.

suarabaru.id/Muharno Zarka

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here