Bagikan

BANDUNGAN – Gelandang asal Sierra Leone, Ibrahim Conteh, tidak tampak pada hari pertama training center (TC) PSIS Semarang di Bandungan, Kabupaten Semarang, Kamis (21/3). Ketidakhadiran pemain 22 tahun itu ditengarai karena statusnya yang akan dilepas manajemen. Conteh menjadi satu-satunya dari 24 pemain PSIS di Piala Presiden 2019 yang mendapatkan sorotan dari tim pelatih dan manajemen. Mantan pemain Barito Putera ini sudah tidak lagi ada dalam proyeksi pelatih Jafri Sastra untuk membangun tim ke Liga 1 2019. Padahal, kontrak Conteh masih berlaku hingga semusim ke depan.

General Manager PSIS Wahyoe ”Liluk” Winarto memaklumi absennya Conteh dalam TC. Sebab, dia tak masuk dalam skema pelatih. Namun, jika berminat untuk bergabung, pihaknya mempersilakan. ”Opsi Conteh adalah kami pinjamkan ke klub lain. Namun, kalau tidak ada yang berminat, terpaksa kami coret,” ungkap Liluk. Sejauh ini belum ada klub yang berminat meminjam Conteh. Dia masih berada di Indonesia, dan belum kembali ke kampung halamannya.

Dalam pemusatan latihan hari pertama, Laskar Mahesa Jenar tinggal menyisakan dua pemain asing, Wallace Costa dan Claudir Marini Junior. Duo Brasil ini berlatih bersama 22 pemain lokal lain. Satu tempat yang ditinggal Conteh diisi gelandang PSIS U-19, yakni Yoga Adiyatma. Bagi Wallace dan Claudir, ini pengalaman pertama berlatih di kawasan dengan cuaca dingin. Wallace bahkan belum pernah merasakan nuansa berlatih di pegunungan meski sudah satu tahun berada di Indonesia.

”Sekarang adalah waktu yang sangat bagus untuk meningkatkan kondisi fisik saya dan tim. Kerja keras juga diperlukan untuk membuat kondisi fisik kami menjadi lebih baik,” tutur Wallace. Hal senada dilontarkan Claudir. Striker 26 tahun ini tak mempermasalahkan cuaca dingin di Bandungan. Pada TC hari pertama, head coach Jafri Sastra belum hadir. Pelatih fisik Budi Kurnia menyatakan Jafri baru akan datang pada Sabtu (23/3) setelah menyelesaikan urusan di Payakumbuh, Sumbar. ”Sebelum head coach datang, tim pelatih diberi amanat untuk memulai latihan fisik yang dititikberatkan pada strenght dan endurance para pemain. Sebelumnya, kami gelar tes fisik pertama di Semarang pada Rabu (20/3). Ini untuk melihat sejauh mana kondisi para pemain sebelum TC,” jelas Budi. (rr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here