Bagikan
Patung raksasa berbahan jerami ini menjadi daya tarik warga untuk berswafoto bersama. Foto : Hana Eswe

GROBOGAN– Hari libur nasional yang jatuh pada Kamis (7/3) ini dimanfaatkan sebagian orang tua di Kabupaten Grobogan untuk mengajak anak-anaknya berwisata di Alun-alun Purwodadi. Di ruang publik tersebut, mereka mengabadikan diri lewat foto selfie.

Secara kebetulan, sebuah patung berwujud kera raksasa yang terbuat dari jerami dipasang di Alun-alun tersebut. Patung tersebut merupakan hasil karya dari warga Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. Selain kera, sosok patung jerami berbentuk katak juga diletakkan bersebelahan dengan patung kera. Dalam posisi mulut ternganga, katak ini berhasil memancing animo masyarakat untuk berfoto di dalamnya.

Hal tersebut seperti yang dilakukan Tia. Warga Purwodadi ini mengajak anaknya berfoto di dalam mulut katak tersebut. Setelah itu, ia juga berfoto di bawah kera raksasa.

“Karena hari liburnya di tengah-tengah hari biasa, besok suami juga kerja, anak-anak juga ada yang masih ujian tengah semester, jadi kita refresing saja di sini. Istilahnya piknik tipis-tipis. Tadi kita penasaran ada patung kok besar sekali saat sarapan pecel di seberang sana. Eh, pas sampai di sini ternyata ada patung raksasa yang sama kaya di Banjarejo itu,” ungkap Tia.

Selain berswafoto di area kedua patung tersebut, anak-anak juga dapat menikmati aneka permainan yang dijajakan para penyedia jasa. Diantaranya jasa mewarnai gambar. Dari penyedia jasa ini, ada satu orang yang ikut mencari rupiah di sekitar Alun-alun. Namanya Darsono (32). Pria yang tinggal di lingkungan Sambak, Purwodadi ini sudah tiga bulan menyediakan jasa mewarnai gambar.

Seorang anak tengah mewarnai tokoh animasi. Foto : Hana Eswe

Sebanyak 30 gambar yang tergambar di atas media gabus ini disiapkan untuk anak-anak yang ingin mewarnai. Hanya dengan Rp 10 ribu rupiah, anak-anak dapat mewarnai dengan cat air dan kuas.

“Baru tiga bulan ini saya menjajakan jasa permainan edukasi seperti ini. Cuma dengan sepuluh ribu rupiah saja, anak-anak kecil bisa belajar mewarnai di sini. Ada gambar tokoh kartun, animasi dan pemandangan yang saya siapkan. Satu hari saya bawa 30 gabus berisi gambar,” kata Darsono.

Setiap hari libur nasional atau hari Minggu, Darsono menjajakan jasanya mulai pukul 10.00 WIB sampai sore hari. Jika hari biasa, ia membuka jasanya mulai pukul 16.00. Dalam sehari , 10-15 anak mampir ke tempatnya untuk mewarnai gambar.

“Rata-rata yang mewarnai ini anak-anak usia PAUD sampai kelas 1 atau kelas 2 SD. Mereka mewarnai didampingi orang tuanya. Saya memilih usaha ini selain memberikan tambahan penghasilan, juga mengajak anak-anak agar tertarik untuk mewarnai sebab ini ‘kan bagian dari edukasi,” pungkasnya.

suarabaru.id / Hana Eswe

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here