Bagikan
Unsur Forkompinda Kecamatan Leksono Kabupaten Wonosobo tengah melakukan gropyokan tikus di area sawah di Desa Wonokerto Kecamatan Leksono. (Foto : SuaraBaru.id/Muharno Zarka)

WONOSOBO– Petani padi di daerah Wonosobo dan sekitarnya kini hampir memasuki masa panen. Rata-rata petani menginginkan panen bisa melimpah dan dapat memberi keuntungan secara ekonomi, karena masa panen merupakan masa emas bagi petani.

Musuh petani yang paling ditakuti adalah gagal panen. Jika sampai gagal panen, kerugian sejak menggarap lahan, menanam, dan merawat padi hingga memanen pun tidak akan menuai hasil.

Gagal panen biasanya dipengaruhi oleh musim, perawatan tanaman yang kurang, maupun karena terserang hama tikus. Jika sampai mengalami hal tersebut petani sudah pasti akan mengalami kerugian besar.

Guna membantu agar petani tidak mengalami gagal panen lantaran hama tikus, Forkompimcam Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, bersama petani setempat, kemarin, melakukan gerakan gropyokan tikus di sawah di wilayah Desa Wonokerto.

Selain melibatkan masyarakat, gerakan berburu tikus itu juga melibatkan Camat Leksono Bambang Wen, Kepala Dinas Pertanian Ir Abdul Munir MSi, anggota TNI-Polri dari Koramil, Polsek Leksono, perangkat Desa Wonokerto, serta petugas penyuluh pertanian setempat.

Gropyokan tikus dilakukan dengan cara menggunakan alat berupa belerang batangan yang dibakar kemudian dimasukan ke dalam liang/sarang tempat persembunyian tikus. Setelah tikus keluar langsung dibunuh, selanjutnya bangkai dikubur agar tidak bau dan mencemari lingkungan.

Tanah Subur

Kepala Dinas Pertanian Wonosobo, Ir H Abdul Munir MSi mengatakan bahwa pekerjaan sebagian besar warga setempat  adalah petani. Tanah di daerah Leksono juga termasuk subur sehingga cocok ditanami segala jenis tanaman.

Selain sawah berpengairan irigasi, Leksono selama ini juga dikenal sebagai sentra tanaman buah-buahan, seperti durian, salak pondoh, nangka, pisang, pepaya, nanas.

“Tanaman buah menjadi andalan hasil pertanian warga Leksono dan sekitarnya. Bahkan daerah tersebut masuk kawasan agropolitan Rojonoto (Kaliwiro, Sukoharjo, Leksono dan Selomerto), sebagai daerah penghasil komoditas pertanian unggulan,” katanya.

Khusus tanaman padi, sebut Munir, juga punya kualitas yang bagus. Jenis padi IR, barito maupun jenis padi lain, juga cocok ditanam di daerah ini lantaran tingkat kesuburan tanah dan iklim yang bagus.

“Musuh petani di sini lebih banyak dari serangan hama tikus. Jika tikus sampai menyerang tanaman padi yang hampir panen petani bisa gagal panen. Karena itu upaya Forkompincam Leksono melakukan gropyokan tikus sangat membantu petani,” ujarnya.

Camat Leksono Bambang Wen menyambut baik kegiatan tersebut. “Saya kira sinergitas antara TNI-Polri dan masyarakat dalam melakukan kegiatan ini baik sekali. Ini menunjukan bukti bahwa antara TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan Leksono dan
Pemerintah Desa Wonokerto serta masyarakat bisa manunggal untuk kepentingan bersama,”katanya. (SuaraBaru.id/Muharno Zarka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here