Bagikan
TINJAU PASAR : Bupati Wonosobo Eko Purnomo berdialog dengan pedagang saat meninjau Pasar Selomerto usai diresmikan, kemarin. Foto : SuaraBaru.id/Muharno Zarka

WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo akan selalu berupaya meningkatkan sarana infrastruktur. Pasalnya, infrastruktur yang baik akan berdampak pada percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Secara langsung insfrastruktur dapat menyerap tenaga kerja dan memutar roda perdagangan. Sarana dan prasarana pembangunan daerah yang baik juga akan memberi efek domino berupa pergerakan distribusi barang dan produksi potensi daerah.

Hal tersebut dikatakan Bupati Wonosobo Eko Purnomo saat peresmian proyek pemerintah Kabupaten Wonosobo tahun 2018 di gelaran Pasar Rakyat di komplek Pasar Selomerto, Wonosobo, kemarin.

Peresmian proyek pembangunan tersebut ditandai dengan penandatangan prasasti oleh orang nomer satu di kota pegunungan tersebut. Penandatanganan disaksikan oleh unsur Forkompinda dan beberapa pejabat terkait di Pemkab Wonosobo.

Bupati bertekad, sampai tahun 2021, pembangunan pasar di 11 lokasi, sarana pendidikan, infrastruktur pertanian, pembangunan perumahan dan pemukiman serta sarana lainnya, sudah bisa dituntaskan.

“Dengan pembangunan sarana infrastruktur yang memadai, maka kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat akan tercapai. Kemiskikinan akan terus turun dan daerah yang selama ini terisolir atau terpencil, akan mudah dijangkau”, katanya.

Disampaikan Eko, selama tahun 2018, anggaran langsung yang tersedia mencapai Rp 1,2 triliun dengan jumlah pekerjaan sebanyak 2.466 paket. Dari dana tersebut, bisa terserap Rp 853,7 miliar atau 85,35 persen dengan capaian realisasi pembangunan fisik sebesar 98,76 persen.

Pasar Induk

Meski demikian, Bupati menyatakan masih ada satu prioritas pembangunan Pasar Induk Wonosobo yang belum tercapai pada tahun 2018. Padahal sudah ada pagu anggaran sebesar Rp 117 miliar. Hal itu, karena penyedia jasa tidak bisa melaksanakan kewajibannya dengan baik sesuai waktu yang ditentukan.

“Karena itu, Pemkab Wonosobo melakukan pemutusan kontrak dengan pihak penyedia jasa sehingga proses pembangunan Pasar Induk Wonosobo menjadi tersendat. Di APBD 2019 sudah disediakan anggaran Rp 125 miliar untuk pembangunan pasar kebanggaan warga Wonosobo itu”, tegasnya.

Usai melakukan penandatanganan prasasti pembagunan Pasar Selomerto, Bupati bersama unsur Forkompinda melakukan tinjauan langsung ke dalam pasar. Orang nomer satu di Wonosobo itu, sempat melakukan dialog langsung dengan beberapa pedagang.

Beberapa pedagang pakaian, penjual sembako dan pedagang bumbon, berebut untuk bisa selfi dan berjabat tangan dengan Eko Purnomo. Bupati berharap usai dibangun, para pedagang bisa nyaman dalam melakukan transaksi dengan pembeli.

“Mudah-mudahan dengan peresmian ini, Pasar Selomerto bisa memberikan manfaat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat khususnya dan warga Wonosobo pada umumnya. Proses jual-beli juga bisa dilakukan secara nyaman”, katanya.

SuaraBaru.id/Muharno Zarka

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here