Bagikan
ALEPPO : Ketua FKUB Kabupaten Blora, KH Ishad Shofawi, memegangi form edaran yang dikhawarikan untuk kegiatan negatif. Foto : Wahono.

BLORA – Dikhawatirkan untuk kegiatan menyimpang, FKUB Kabupaten Blora menarik, dan menghentikan selebaran (surat edaran) terbuka program aksi galang dana Allepo.

Form selebaran yang dihentikan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), ditemukan di Masjid Besar Baitunnur, Kota Blora, langsung oleh Ketua FKUB, KH Ishad Shofawi.

“Ditemukan di masjid Besar Baitunnur, dan langsung kami amankan,” jelas Ketua FKUB setempat, Jumat (15/2).

Menurutnya, edaran itu tidak jelas tujuannya, dan khawatir disalahgunakan untuk keperluan yang tidak benar, form penggalangan donasi langsung disimpan untuk diamankan.

Terhadap selebaran tersebut, FKUB sudah melanjutkan temuan itu ke Bupati. Kapolres, dan Kebangpol, tujuannya agar diklarifikasi kebenarannya.

“Kami dari FKUB khawatir, penggalangan dana itu kedok saja,” katanya.

Ishad menambahkan, di tahun politik saat ini bisa saja selebaran seperti itu ditumpangi isu untuk membantu Islamic State in Iraq and Syria (ISIS), sehingga akan memunculkan keresahan masyarakat.

MASJID : Inilah form edaran yang ditemukan FKUB Kabupaten Blora di masjid. Foto : Wahono

Tahun Lalu

Maka Ishad menghimbau, masjid-masjid atau tempat ibadah yang ada selebaran seperti itu segera diamankan, dan panitia penggalangan dana segera menyetop kegiatannya.

Perlu diketahui, selebaran (formmulir)  yang diamankan FKUB Blora bagian atas tertulis Syam adalah standar kebaikan Ummat Islam, aksi galang dana Aleppo, luka mereka-luka kita.

Dibagian bawah, tertulis nomor rekening sebuah bank pemerintah dengan tertera nomor telepon atas nama Fatkhur Rokhim untuk keperluan konfirmasi sumbangan.

Saat dihubungi, nomor telepon itu terdengar jawaban seorang perempuan yang mengaku bernama Dwi Murniati. Dwi membenarkan soal edaran selebaran donasi tersebut.

Hanya saja, kata Dewi, penggalangan donasi itu untuk perluan positif dan digalang tahun lalu (2018), jadisaat ini kegiatan sudah ditutup.

“Maaf, itu sudah tahun lalu, jika sekarang masih beredar, segera akan kami klarifikasi ke kawan panitia dulu,” jelas Dewi Murniati. (suarabaru.id/Wahono).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here