Bagikan
Praktek Wawancara Cegat (doorstop) Jurnalistik Televisi

SEMARANG– Sekolah Jurnalistik PWI Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi  Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengembangkan model baru dalam membekali mahasiswa. Kegiatan ini dikemas dalam judul

“Bencmarking Kompetensi Mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang, di Gedung Pers Jl. Tri Lomba Juang 10 Semarang Senin (22/10).

Peserta saat mengikuti upacara pembukaan.

Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah Amir Machmud NS menjelaskan dalam model ini mahasiswa diajak masuk lebih jauh merekonstruksi praktek kerja dan karya jurnalistik dari dinamika news room (ruang redaksi), hunting dilapangan hingga memproduksi berita. Pengelompokan peserta juga menggunakan kelas kelas kecil dan komposisinya disesuaikan dengan minat atau pilihan mahasiswa kebidang media cetak,on line,  televisi, ataupun radio.

“Pembekalan ini mencoba mengaplikasi model Uji Kompetensi Wartawan. Dimana setiap kelompok diikuti antara 8-10 peserta dan diampu 2 tutor (Dosen) Sekolah Jurnalistik PWI Jateng dan terbagi ke kelompok media cetak, televesi, dan radio”, kata Amir.

Kurikulumnya menurut Amir, lebih kekinian, karena peserta dikenalkan sekaligus melakukan proses proses produksi berita dengan menggunakan teknologi digital seperti penggunaan gadget untuk menulis berita, mengambil gambar,cepturing,dan editing hingga mengunggah berita.

Praktek Wawancara Jurnalisme Cetak

Khusus untuk peminat media televisi, sejak sesi jumpa pers dan doorstop harus melakukan tugas jurnalistik sebagaimana kerja wartawan televisi yakni mengambil gambar yang standart produk jurnalistik televisi, termasuk hunting visual pendukung di lapangan.

Dalam kesempatan sama Wakil Dekan I Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo, Dr Najahan Musyafak MA menilai model yang diaplikasi tim Sekolah Jurnalistik PWI Jateng ini tepat untuk membekali mahasiswa prodi Komunikasi Penyiaran Islam, karena mereka sudah memiliki modal pengetahuan ilmu komunikasi dan pernah magang di media cetak, televisi dan radio. Sehingga dengan model ini kempetensi mahasiswa lebih matang dalam praktek jurnalistik.

“Menurut saya ini kirikulum sudah masuk era praktek konvergensi media, dan ini tepat untuk membekali mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam”, ungkap Najahan.

Kegiatan Bencmarking Jurusan Komunikasi Penyiaran Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo ini berlangsung selama 3 hari (22-24 Oktober) dan diikuti 106 mahasiswa masing masing 27 peminat media cetak, 70 peminat media televisi, dan 9 peminat media radio.(suarabaru.id/sl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here