Bagikan
MAINTENANCE : Kini PG Blora sedang tahap maintenance (pemiliharan) peralatan pada unit-unit vital penggilingan, unit boiler (instalasi ketel uap), dan perangkat unit pengolah gula. Foto : Wahono

BLORA – Musim giling (MG) tebu rakyat 2018 telah berakhir. Pabrik gula (PG) Blora milik PT Gendhis Multi Manis (GMM Bulog) di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Blora, kini telah menghentikan kegiatan giling tebu .

“Kami sudah stop giling beberapa waktu lalu, sekarang tahap maintenance,” jelas General Manager (GM) PG Blora, Bambang Subekti, Jumat (12/10).

Sepanjang MG 2018 ini PG PT GMM Bulog mencatat prestasi bagus. Tidak hanya rendemen terbaik nasional kisaran 9,15, PG Blora berhasil menggiling 338.000 ton tebu rakyat.

Selain itu, PG yang memulai giling perdana pada awal Mei 2018, telah berhasil memproduksi gula kristal putih, bersih, segar 35.400 ton lebih yang siap dipasarkan Bulog.

Menurut Bambang Subekti, stop giling dilakukan, karena tebu petani di Blora, dan daerah sekitarnya seperti Grobogan, Rembang, Pati, Kudus, Sragen, Madiun (Jatim) sudah habis dipanen (digiling).

Meski stop giling, lanjutnya, sementara ini semua karyawan masih tetap masuk kerja. Aktivitas di PG dalam kesehariannya tetap jalan.

Sementara ini, pemeliharaan (maintenance) peralatan secara keseluruhan, mulai unit-unit vital penggilingan, unit boiler (instalasi ketel uap), hingga perangkat unit pengolah gula.

Lancar

Bekti menambahkan, kualitas tebu petani Blora yang manis, bersih, segar (MBS), dan didukung teknologi mesin PG modern, mampu menghasilkan rendemennya paling tinggi dibanding PG lain di Indonesia.

Sejauh ini proses giling tebu rakyat di PG itu berjalan lancar. Tercatat sejak giling perdana pada awal Mei lalu, sedikitnya 55.500 truk tebu masuk ke PG milik PT Gendhis Multi Manis-Bulog.

Hanya saja, untuk giling tebu memang ada penurunan dari 408. 870 ton (2017), menjadi 338.000 ton tebu rakyat (2018), beber Bambang Subekti.

Namun produksi gula putih kristal (GPK) meningkat menjadi 35.400 ton (2018), sedangkan MG 2017 lalu hanya 31. 550 ton, ini membuktikan rendemen PG di Blora meningkat bagus, tambahnya.

Sedangkan selama MG 2018, kamampuan giling sekitar 4.000 hingga 4.300 ton tebu perharinya (Tcd), yakni dengan tetap mengedepankan program tebu fotlot (tebu bersih).

“Program tebu fotlot berjalan baik, kedepan program ini akan terus kami jaga agar rendemen akan lebih baik lagi,” jelas GM PG Blora, Bambang Subekti.(suarabaru.id/wahono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here