Bagikan
BERLUBANG : Inlah sebagian dari kerusakan jalan Blora-Randublatung pada ruas aspal hotmix, berlubang-lubang, dan bergelombang. Foto : Wahono

BLORA – Kondisi kerusakan jalan kelas kabupaten antara Blora-Randublatung kini semakin memprihatinkan, berlubang-lubang, dan bergelombang. Jalan akan menjadi licin dan tempat kubangan air disaat nanti musim hujan mulai turun.

Meski rusak serius, terutama pada fisik ruas jalan aspal hotmix (lama), Pemkab Blora memastikan tahun ini (2018), tidak akan memperbaiki, ini yang dikeluhkan masyarakat pengguna jalan.

Pantauan Sabtu (8/10), tingkat kerusakan jalan tampak semakin merata, dan terjadi di banyak titik, kondisi paling parah di kawasan hujan jati.

Selain bolong-bolong, dan bergelombang, berm kanan-kiri jalan juga banyak yang rusak. Praktis, selain dikeluhkan warga, kondisi ini membahayakan lalu lintas umum.

“Banyak bolong-bolong, dan bergelombang, gak tahu seperti apa nanti saat musim hujan,” kata Sulasno (56), salah satru pedagang konveksi di Pasar Randublatung, Blora.

Sofyan (39), warga Randublatung, mengeluhkan kerusakan jalan Blora-Randublatung, selain banyak lubang, dan bergelombang, memastikan jika turun hujan akan jadi licin.

“Jalan yang rusak berlubang makin banyak, pernah ditutup dengan tanah grosok, tepi tetap tidak nyaman,” ungkapnya.

18 Kilometer

Siti Masfuah (51), pegawai salah satu koperasi di Kota Blora, juga mengeluhkan rusaknya jalan Blora-Randublatung yang semakin parah, terutama fisik jalan yang beraspal hotmix.

“Seakan, saya tiga kali tugas wilayah selatan, badan pegel-pegel karena jalan rusak berlubang-lubang itu,” ungkapnya.

Jalan Blora-Randublatung sebenarnya sudah dilakukan perbaikan dengan rigit pavement (tehnik perkerasan kaku/cor beton) di lima titik, sepanjang sekitar 10 kilometer, sisanya sekitar 18 kilometer, masih berupa aspal hotmix.

Diperoleh keterangan, kerusakan jalan kabupaten itu, lebih banyak disebabkan lalu lalangnya setiap hari puluhan truk bermuatan pasir hitam Bengawan Solo dengan tonase diatas 15 ton.

Semnetara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, Sam Gautama Karnadjaja, membenarkan kerusakan jalan berkontruksi aspal hotmix Blora-Randublatung.

Lalan sepanjang 28 kilometer itu yang sudah berkontruksi rigit pavement di lima titik atau sekitar 10 kilometer, dan akan terus dilanjutkan agar lebih kokoh, dan tidak cepat rusak.

Kepala DPUPR Blora memastikan, tahun ini jalan Blora-Randublatung tidak ada dana perawatan untuk perbaikan kerusakan, karena 2019 nanti akan dilanjutkan dengan kontruksi cor beton, dan hotmix pada titik tertentu.

“Untuk perbaikan tahun depan dengan cor beton, tahun ini hanya sekitar 1.000 meter di dalam Kota Kecamatan Randublalung,”  jelas Kepala DPUPR Kabupaten Blora, Sam Gautama Karnadjaja.(suarabaru.id/wahono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here