Bagikan
SWAB TEST: Dinkes Kota Semarang melakukan swab test di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Senin (1/5/2020). Foto: heri priyono

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Guna memutus mata rantai persebaran covid-19, Pemerintah Kota Semarang terus menggelar rapid test covid-19 secara masif.

Usai tes yang dilakukan di beberapa pasar tradisional, pada Sabtu (30/5/2020) lalu, rapid test kembali dilaksanakan di dua tempat, yaitu di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang dan di Rumah Dinas Wali Kota Semarang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Hakam menuturkan, tes yang dilakukan di bandara penting dilakukan, karena bandara sebagai pintu masuknya orang-orang yang mungkin membawa virus corona.

BACA JUGA : Pembatasan Perjalanan Melalui Bandara Jenderal Ahmad Yani Diperpanjang

”Bandara menjadi poin penting untuk kita lakukan rapid test. Dari sini, masuk orang-orang dari daerah luar yang bisa saja membawa virus. Yang berbahaya itu Orang Tanpa Gejala (OTG), tidak bisa terdeteksi hanya dengan thermometer. Sehingga kita lakukan tes covid-19,” kata dia dalam keterangannya di Semarang, Senin (1/6/2020).

Di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, tes dilakukan dua tahap. Pertama kepada petugas Angkasa Pura I, kemudian tahap dua dilakukan kepada penumpang kedatangan asal Jakarta.

Setidaknya 14 penumpang yang dilakukan tes, sebagian dengan metode rapid test, dan sebagian lagi dilakukan swab test.

Lebih lanjut Hakam menjelaskan, tes yang dilakukan bertujuan untuk mencegah penyebaran virus masuk ke Kota Semarang. Sehingga kepada petugas AP I dan pendatang yang masuk ke Kota Semarang, apabila hasil tes dinyatakan reaktif atau positif, maka akan dilakukan isolasi.

Tes Dokter
”Tes rapid dan swab ini untuk menjaring penyebaran virus yang mungkin dibawa masuk oleh penumpang dari luar Kota Semarang. Sehingga bagi yang hasil tesnya positif, akan diintervensi untuk dilakukan isolasi, agar dapat menekan angka penyebaran virus ini,” ungkap dia.

Selain di bandara, pada hari yang sama juga dilakukan swab test kepada tenaga medis. Ada sebanyak 239 dokter umum dan dokter gigi se-Kota Semarang, yang mengikuti tes ini.

Tes dilaksanakan di tenda karantina Rumah Dinas Wali kota Semarang. Swab test bertujuan sebagai skrining tenaga medis yang setiap hari berjibaku berhadapan dengan pasien.

“Tim medis ini setiap hari berhadapan dengan pasien dan orang banyak. Penting sekali kita berikan akses untuk tes Covid, jangan sampai ada kesulitan untuk tenaga medis melakukan tes,” pungkas Hakam.

Heri Priyono-Riyan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here