Bagikan
Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing (kanan) saat memberikan pengarahan dalam apel PKBB di alun-alun Giri Krida Bakti Kabupaten Wonogiri.

WONOGIRI (SUARBARU.ID) – Garuda Nglayang atau burung garuda yang sedang terbang dengan mengepakkan sayapnya, dikenal sebagai salah satu taktik pertempuran dalam perang besar Barata Yuda pada epos Mahabarata.

Taktik Garuda Nglayang, Sabtu malam (23/5), dipakai dalam strategi Patroli Keamanan Berskala Besar (PKBB) malam menjelang Hari Raya Lebaran Idul Fitri 1441 H di Kabupaten Wonogiri. Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing, tampil memimpin PKBB dan membagi pasukan gabungan mengarah pada empat penjuru mata angin.

Layaknya pada taktik Garuda Nglayang, pasukan pertama menempati posisi paruh menuju arah selatan, yakni ke Kecamatan Giriwoyo yang menjadi tapal batas dengan Kabupaten Pacitan (Jatim). Sayap kiri menuju ke arah timur sampai Kecamatan Purwantoro yang menjadi wilayah perbatasan dengan Kabupaten Ponorogo (Jatim).

Posisi sayap kanan, diarahkan menuju Kecamatan Pracimantoro yang merupakan tapal batas dengan Kabupaten Gunungkidul (DI Yogyakarta). Sedang posisi ekor, berkonsentrasi melakukan pengamanan di pusat Kota Wonogiri dan Kecamatan Selogiri, yang merupakan gerbang masuk Kabupaten Wonogiri dari arah utara.

Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing bersama Dandim 0728 Wonogiri Letkol (Inf) Imron Masyhadi (tengah dan kiri), tampil memimpin PKBB untuk pengamanan Lebaran Idul Fitri 1441 H di Kabupaten Wonogiri.

Apel di Alun-alun
Sebelum dilakukan pengerahan pasukan menuju empat penjuru arah mata angin sesuai taktik Garuda Nglayang tersebut, lebih dulu diawali dengan apel PKBB di Alun-alun Giri Krida Bakti depan Kantor Bupati Wonogiri.

Apel diikuti oleh jajaran dari tiga pilar. Yakni jajaran Polres, Kodim 0728 Wonogiri, dan Pemkab Wonogiri yang berunsur dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Wonogiri.

Kapolres Wonogiri Polda Jateng, AKBP Christian Tobing, tampil memimpin apel dengan memberikan pengarahan. Hadir dalam kegiatan tersebut pasukan kepolisian, para prajurit TNI yang dipimpin Dandim 0728 Wonogiri Letkol (Inf) Imron Masyhadi, dan jajaran Pemkab Wonogiri yang dipimpin oleh Kepala Satpol-PP Waluyo beserta Kepala Dishub, Ismiyanto.

Kapolres AKBP Christian Tobing, dalam pengarahannya menyatakan, PKBB digelar untuk memberikan rasa aman, nyaman, tenteram dan damai bagi warga masyarakat yang merayakan Hari Raya Lebaran Idul Fitri 1441 H. ”Untuk ini, saya sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam patroli keamanan lebaran ini,” tegas Kapolres.

Pengamanan Lebaran Idul Fitri 1441 H di Kabupaten Wonogiri, melibatkan tiga pilar. Yakni jajaran Polres, Kodim dan Pemkab Wonogiri.

Tiga Pilar
Kasubag Humas Polres Wonogiri Polda Jateng, Iptu Suwondo dan Paur Subag Humas Aipda Iwan Sumarsono, menyatakan, PKBB dilakukan secara bersinergi oleh tiga pilar. Yakni jajaran Polri,TNI serta Pemkab Wonogiri yang dalam hal ini diwakili jajaran Satpol-PP dan Dishub.

Patroli dilaksanakan Sabtu malam (23/5) sampai dengan Minggu pagi (24/5). ”Giat malam ini dibagi empat kelompok,” tandas Kapolres AKBP Christian Tobing. Kelompok 1 melaksanakan patroli di Kota Wonogiri dan sekitarnya, kelompok 2 melaksanakan patroli dari kota menuju Kecamatan Purwantoro sampai ke tapal batas Kabupaten Ponorogo, Jatim.

Sebelum melakukan patroli memakai taktik Garuda Nglayang, semua unsur yang terlibat PKBB mengadakan apel bersama di Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri.

Selanjutnya, kelompok 3 melaksanakan patroli dari kota menuju Kecamatan Pracimantoro sampai ke perbatasan dengan Kabupaten Gunungkidul DI Yogaykarta. Kelompok 4, patroli dari kota menuju  Kecamatan Giriwoyo sampai ke perbatasan Kabupaten Pacitan, Jatim.
.
Kepada semua personel yang terlibat dalam PKBB, Kapolres berpesan agar pelaksanaan kegiatan ini dapat dilakukan sesuai Standart Operation Procedure (SOP), dan bertindak sesuai yang telah digariskan oleh pimpinan.

Sasaran patroli untuk mengantisipasi kemunculan konvoi dan acara kumpul-kumpul melakukan acara begadang. Karena konvori dan bedagang bertentangan dengan anjuran physical distancing protokol kesehatan pencegahan wabah corona. Juga untuk mengantisipasi ancaman tindak kriminalitas.

Bambang Pur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here