Bagikan
dr Tri Adi Kurniawan, Sp.P, M.Kes, FISR.

JEPARA(SUARABARU.ID) –  Rapid tes hasilnya positip  tidak menunjukkan kepastian seseorang infeksious Covid-19 atau tidak. Rapid tes hanyalah alat bantu tidak langsung untuk  melihat apakah seseorang memiliki  antibodi/kekebalan atau tidak. “Jadi jangan dipikir kalau rapid test positip itu seorang terpapar covid-19 dan menularkan kepada orang lain.

Hal tersebut diungkapkan oleh dr Tri Adi Kurniawan, Sp.P, M.Kes, FISR  saat diminta  tanggapannya terkait dengan hasil tracking / pelacakan korban covid -19 di Kelet . Dari pelacakan yang dilakukan oleh tim medis terhadap   sejumlah orang dengan rapid tes, ditemukan seorang positif.

Dokter spesialis paru ini kemudian membuat analogi, virus corona sebagai tawon di sarang tawon.  Bahwa rapid test positip itu hanya menunjukkan madu nya. Rapid test tidak bisa menunjukkan adanya  tawon. Jadi rapid test positip hanya menunjukkan jejaknya saja, tidak menunjukkan masih adakah tawon sebagai penghasil madu itu.

Sedangkan standar adanya seseorang terinfeksi covid-19 adalah dengan pemeriksaan PCR, dilakukan dengan cara swab tenggorokan. “Makanya pasien yang rapid test positip,   spesimen tenggorokan   dilakukan swab. untuk pemeriksaan PCR di Salatiga. Sedangkan  waktunya  3 – 6  hari, tergantung pada banyaknya jumlah yang harus diteliti pihak laboratorium.

Kepala DKK Jepara, Mudrikatun, S.SIT, SKM, M.Kes, MH.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Mudrikatun, M.Kes. Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG  yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.

Jadi, rapid test hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19.

Hasil positif pada rapid test menandakan bahwa orang yang diperiksa pernah terinfeksi virus Corona. Meski begitu, orang yang sudah terinfeksi virus Corona dan memiliki virus ini di dalam tubuhnya bisa saja mendapatkan hasil rapid test yang negatif, karena tubuhnya belum membentuk antibodi terhadap virus Corona.

Oleh karena itu, jika hasilnya negatif, pemeriksaan rapid test perlu diulang 7–10 hari. Rapid test digunakan untuk sebatas surveilans belum sampai utk penegakan diagnosa Covid. Untuk  memastikan Covid 19 harus dilakukan pemeriksaan laboratorium dengan pengambilan spesimen suap tengorokan dengan menggunakan metode     Polymerase  Chain Reaction (PCR).

Sedangkan dari berbagai sumber yang dikumpulkan SuaraBaru.Id, Rapid Test menggunakan parameter uji imunoglobin dalam darah, hasil keluar dalam hitungan menit, kurang akurat dan bisa dilakukan dimana saja. Sedangkan Swab test paramer uji adalah DNA virus corona, hasil2 – 7 hari, akurasi sangat akurat dan sarana uji harus dilaboratorium BSL 2.

Hadi Priyanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here